Tingkatkan Literasi Investasi Saham Lewat Sekolah Pasar Modal (2)

Tingkatkan Literasi Investasi Saham Lewat Sekolah Pasar Modal (2)
Tingkatkan Literasi Investasi Saham Lewat Sekolah Pasar Modal (2)

Sebagai salah satu mitra yang bekerja sama mengisi materi di SPM, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga menjadi Bank Pembayaran Pasar Modal Indonesia dan Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) sejak 5 tahun yang lalu.

Menjadi pengisi materi di SPM merupakan salah satu upaya yang ditempuh BCA untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai keuangan. "SPM sangat berguna untuk mengedukasi masyarakat mengenai investasi di pasar modal," kata Direktur BCA Suwignyo Budiman.

Menurut Suwignyo, hal pertama yang harus diketahui masyarakat sebelum melakukan investasi di pasar modal adalah mengetahui risiko-risiko apa saja yang ada.

Melalui SPM, Suwignyo yakin masyarakat akan melek soal hal apa saja yang harus diperhatikan di pasar modal, apa itu saham, risikonya seperti apa, kemudian cara mengawasi pasar, memilih saham, dan lainnya.

"Bila masyarakat sudah lebih paham mengenai pasar modal, mereka bisa berkontribusi memajukan ekonomi negara karena investasi di sini seperti menciptakan bisnis," papar Suwignyo.

Hingga saat ini, BCA memiliki 215 ribu nasabah RDN dan tiap harinya ada sekitar 200 rekening baru dibuka. "Dalam mendukung peningkatan kepercayaan investor, BCA membangun fasilitas untuk pengawasan pasar modal melalui internet banking, jadi investor bisa melihat pergerakan dana yang ia miliki di RDN BCA," katanya.

Tak hanya melalui internet banking, nasabah juga bisa melakukan pengawasan melalui mobile banking. Semua portofolio bisa diawasi secara mobile di aplikasi milik BCA, tak terkecuali dari bank pembayar lain.

"Nanti akan tercantum besar dana di sekuritas BCA dan bank lain. Ini adalah upaya lain BCA membangun kepercayaan investor. Jadi, tak akan ada lagi kasus dana investor dipakai sekuritas tanpa sepengetahuan investor," katanya.

Inovasi ini sudah dilakukan BCA sejak 1 Februari 2012 lalu. Suwignyo bilang, belum ada bank lain yang menyamai fasilitas canggih yang menawarkan transparansi tersebut. Melalui fasilitas yang ada, tak ada alasan masyarakat untuk enggan melakukan investasi di pasar modal.