Usia Muda Bukan Berarti Bebas Ancaman Penyakit Kritis. Ini Faktanya!

Penyakit kritis di usia muda
Penyakit kritis di usia muda

Masih menunda-nunda mengubah gaya hidup karena berpikir masih muda? Tunggu dulu. Usia muda bukan berarti kamu bebas dari berbagai ancaman penyakit, terlebih penyakit kritis.

Gaya hidup yang saat ini serba instan, ditambah pola makan yang tidak sehat, dan tingkat stres yang tinggi menjadi faktor pemicu tingginya angka penyakit kritis yang menyerang usia muda.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2013, setidaknya ada sekitar 109,9 ribu penderita stroke yang berada di rentang usia 35-44 tahun dan 42,6 ribu penderita stroke masih dalam kategori remaja dan dewasa muda (15-24).

Fakta tersebut membuktikan bahwa usia tidak lagi jaminan bahwa kamu bisa bebas menjalani gaya hidup tanpa memikirkan faktor risikonya di kemudian hari. Penyakit kritis adalah salah satu bukti ancaman nyata bagi generasi muda.

Tingginya risiko penyakit kritis menuntutmu memiliki perlindungan ekstra, yakni asuransi yang memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis. Asuransi ini nantinya akan memberikan perlindungan berupa biaya pengobatan terhadap 60 penyakit kritis mayor dan juga manfaat meninggal dunia.

Tidak hanya itu, memberikan perlindungan berupa asuransi jiwa artinya kamu memberikan perlindungan terhadap masa depan keluarga. Jangan sampai keuangan keluarga porak-poranda jika hal buruk terjadi kepadamu, terlebih kalau kamu adalah pencari nafkah utama.

Cek lebih detail tentang asuransi jiwa untuk keluarga melalui tautan berikut ini.