Waspada! Skimming ATM Kembali Terjadi

Waspada! Skimming ATM Kembali Terjadi
Waspada! Skimming ATM Kembali Terjadi

Pernah mendengar kata skimming? Modus kejahatan dengan membobol mesin ATM ini kembali terjadi. Baru-baru ini, nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Mataram, Nusa Tenggara Barat menjadi korban.

Sekitar 50 nasabah melaporkan saldo rekeningnya tiba-tiba terkuras saat akan melakukan penarikan tunai melalui mesin ATM. Ada dugaan para nasabah ini merupakan korban skimming dari data kartu debit.

Menurut pengamat teknologi informasi (TI) Ruby Alamsyah, modus skimming ATM sebenarnya sudah lama terjadi. Di negara-negara maju, modus ini sudah terjadi sejak era 1990an.

"Di Indonesia pernah terjadi cukup massal pada akhir 2009 dan 2010 awal," kata Ruby baru-baru ini. Untuk mencegah terjadinya pembobolan ATM dengan cara skimming, sebenarnya ada alat khusus untuk mendeteksi upaya skimming dan sudah dipasang bank.

Namun, alat pendeteksi tersebut tidak atau belum dipasang di seluruh mesin ATM. "Alatnya ada, berupa anti-skimmer hardware yaitu berupa alat tambahan di mulut ATM biasa," katanya.

Menurut Ruby, sebenarnya tak semua merek dan jenis mesin ATM rentan skimming. Biasanya, lanjut Ruby, hanya merek dan tipe tertentu saja yang menjadi incaran pelaku.

"Untuk mengetahuinya, cukup mengetikkan pencarian 'ATM skimmer' di situs marketplace seperti eBay," ungkap Ruby.