Yang Perlu Diketahui Milenial Saat PSBB Resmi Diberlakukan

Ilustrasi
Ilustrasi

Mungkin di antara kamu sudah ada yang mendengar kabar bahwa Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah resmi menandatangani pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB. Arti sederhananya nih, kalau sesuai PP Nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, berarti PSBB harus segera dilaksanakan.

Tapi apa sih PSBB itu? Apa pengaruhnya sama para anak muda yang gaul dan trendi seperti kita?

Begini masbro-mbaksis, singkatnya sih, PSBB adalah salah satu upaya pembatasan aktivitas sosial demi memutus rantai penyebaran virus SARS CoV2 penyebab penyakit COVID-19.

Jadi apabila sebuah daerah ditetapkan PSBB, berarti pemerintah setempat boleh meliburkan sekolah, membatasi kegiatan keagamaan, menutup fasilitas umum, menunda kegiatan sosial dan budaya, dan menyetop moda transportasi, dan peliburan tempat kerja atau pemberlakuan work from home.

Namun untuk poin peliburan tempat kerja, tetap ada pengecualiannya. Khususnya untuk kantor atau instansi yang memang memberikan pelayanan terkait pertahanan, keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan, bakar minyak dan gas, serta pelayanan kesehatan.

Dengan catatan, perusahaan-perusahaan itu diminta untuk menjaga jumlah minimum karyawan yang tetap masuk dan menerapkan physical distancing di kantornya.

Lalu perusahaan atau unit usaha seperti apa saja sih yang masuk kriteria pengecualian untuk WFH?

1. Toko-toko kebutuhan pokok

Semua toko yang berhubungan dengan bahan pangan dan kebutuhan pokok serta barang penting lainnya yang mencakup makanan. Misalnya seperti beras, cabai, bawang, gula, minyak, buah-buahan, sayuran, perdagingan, ayam, telur, ikan, susu dan produk semacamnya, air minum, dan makanan kemasan.

Bagaimana dengan warung makan? Itu juga bisa asalkan menerapkan SOP physical distancing seperti membuat jarak antarkursi, penyediaan hand sanitizer, dan ketentuan lainnya.

Begitu pula dengan toko-toko yang menjual barang penting seperti benih, bibit ternak, pupuk, pestisida, obat dan vaksin untuk ternak, pakan ternak, gas LPG, triplek, semen, besi baja konstruksi, dan baja ringan juga masuk kriteria pengecualian.

2. Lembaga Keuangan

Bank, kantor asuransi, penyelenggara sistem pembayaran, dan ATM, termasuk vendor pengisian ATM dan vendor IT untuk operasi perbankan, call center perbankan dan operasi ATM juga masuk kriteria.

3. Media cetak dan elektronik

Semua media resmi dari televisi, majalah, koran, media online, dengan syarat menyediakan perlengkapan keamanan pada karyawannya.

4. Telekomunikasi

Semua perusahaan telekomunikasi, layanan internet, penyiaran dan layanan kabel. Bidang inilah yang juga penting untuk menunjang masyarakat kerja dari rumah. Makanya perusahaan ini masuk kriteria pengecualian. Kecual untuk mobilitas penyelenggara telekomunikasi, vendor/supplier telekomunikasi/IT, dan penyelenggara infrastruktur data.

5. Perusahaan Logistik khusus Kebutuhan Pokok

Pengiriman semua bahan dan barang pangan atau barang pokok serta barang penting termasuk makanan, obat-obatan, peralatan medis.

6. Kebutuhan Bahan Bakar

Untuk perusahaan penyedia kebutuhan bahan bakar seperti bensin, LPG, outlet ritel dan penyimpanan Minyak dan Gas Bumi, juga mendapat pengecualian.

7. Perusahaan Pembangkit Listrik (Sumber Daya)

Sama halnya dengan perusahaan pembangkit listrik, unit dan layanan transmisi dan distribusi juga mendapat pengecualian dengan catatan penerapan physical distancing.

8. Pasar Modal

Sama halnya dengan lembaga keuangan, untuk layanan pasar modal sebagaimana yang ditentukan oleh Bursa Efek Jakarta juga mendapat hak pengecualian.

9. Layanan ekspedisi barang (Delivery)

Dalam hal ini, termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang. Jadi bukan untuk penumpang.

10. Layanan penyimpanan dan pergudangan dingin (coldstorage).

Untuk gudang penyimpanan coldstorage juga mendapat pengecualian lantaran masih berhubungan dengan persiapan ketersediaan makanan.

11. Layanan keamanan pribadi.

Perusahaan di bidang ini dapat bekerja namun dengan jumlah minimum karyawan dan tetap mengutamakan upaya pencegahan penyebaran penyakit (pemutusan rantai penularan) sesuai dengan protokol di tempat kerja.

Itu tadi, 11 jenis atau bidang usaha yang mendapat pengecualian dalam menerapkan PSBB. Kalau kamu kebetulan bekerja pada perusahaan tersebut, tetap tenang dan ikuti prosedur ya.

Bawalah selalu masker dan hand sanitizer saat di perjalanan ke kantor. Pastikan kamu menjaga jarak dengan yang lain. Rajin-rajinlah cuci tangan di tempat yang disediakan.

Pastikan badan kamu dalam keadaan prima. Minumlah vitamin dan konsumsi makanan sehat.

Sempatkan diri untuk terkena sinar matahari kurang lebih selama 15 menit pada rentang jam 9-11 pagi. Jangan tinggalkan olahraga, terutama saat di rumah.

Begitu pulang sampai di rumah, segera ganti semua pakaianmu dengan pakaian bersih. Mandi dan sempatkan membersihkan barang-barang seperti tas, handphone, apalagi dompet.

Ada baiknya, mulailah untuk cashless dari sekarang. Kurangi penggunaan uang kas keras. Manfaatkan bertransaksi dengan handphone.

Kamu bisa coba aplikasi seperti BCA mobile yang sudah dilengkapi berbagai fitur pembayaran digital. Mulai dari bayar atau beli kebutuhan, top up e-wallet, hingga kegiatan yang biasa kamu lakukan di ATM, bisa kamu lakukan lewat BCA mobile.

Klik tautan ini untuk tahu apa saja yang bisa dilakukan BCA mobile.

Yuk kita dukung penyelenggaraan PSBB ini agar berjalan lancar sehingga pandemi korona bisa segera berakhir dan semua keadaan kembali normal. Sebagai milenial, kamu harus tahu dan meyakinkan sekitar kita akan pentingnya PSBB ini.