Dulang Untung Dari Window Dressing

Dulang Untung Dari Window Dressing
Dulang Untung Dari Window Dressing

Bersiaplah mengantongi cuan dari fenomena window dressing. Fenomena di pasar modal ini terjadi ketika harga saham meningkat akibat aksi fund manager, manajer investasi, dan emiten yang mempercantik portofolio kinerjanya.

Fenomena ini biasa terjadi di Desember atau akhir tahun. Sejumlah analis menilai ada kemungkinan window dressing terjadi Desember ini, meski isu rencana kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) tengah dinanti pelaku pasar.

Saran analis, investor bisa mulai mengoleksi saham di akhir November ini atau awal Desember nanti. Kemudian, investor bisa menjual kepemilikan sahamnya pada pertengahan Desember.

Kinerja pasar saham akan ramai sebelum 22-23 Desember 2015 atau sebelum libur Natal. Untuk menghadapi masa window dressing, investor bisa mengambil saham dari sektor perbankan yang masih undervalue tapi punya peluang bagus.

Investor juga bisa memilih saham properti dan barang-barang konsumsi serta saham infrastruktur. Sepanjang tahun berjalan ini, yakni sejak awal tahun 2015 sampai Jumat, (20/11), indeks sektor perbankan sudah minus 7,79%.

Sedangkan saham barang konsumsi sudah minus 4,91%. Indeks sektor infrastruktur, utilities, dan transportasi minus 17,99%, sedangkan indeks sektor properti, real estate, dan konstruksi minus 7,45%.

Window dressing juga bakal disokong prediksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2015 yang diperkirakan membaik dari kuartal III tahun ini yang sebesar 4,73%. Sepanjang tahun berjalan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah minus 12,73% hingga berada di posisi 4.561,33.