Pengin Jago Investasi? Pelajari Juga Perekonomian Dunia

global investment
global investment

Dalam ekonomi dan pasar keuangan, dikenal sebuah ungkapan menarik. "Uang tidak lagi memiliki tuan dan negara."

Ungkapan ini merujuk pada perkembangan ekonomi global yang membuat perekonomian di satu negara saling terkait dengan negara lainnya. Satu negara yang mengalami krisis atau gejolak ekonomi akan berakibat pada kisruh ekonomi di negeri lain.

Itu berarti, bila kamu ingin sukses berinvestasi, kamu juga tidak boleh abai dengan berbagai isu atau kondisi yang terjadi di ekonomi global. Apa yang terjadi pada ekonomi global, sedikit banyak akan berpengaruh pada kondisi dan imbal hasil investasimu.

Isu global apa saja yang akan berpengaruh terhadap perekonomian dunia?

"Pertama adalah mengenai kebijakan Trumpnomics di Amerika Serikat. Presiden Trump menyulut perang dagang dengan mengenakan bea masuk yang besar untuk sejumlah produk dari Tiongkok. Langkah ini membuat mata uang Dollar AS naik," sebut perencana keuangan Juwono S Sudirgo di BYC Forum.

Selain itu, kondisi geoplotik yang terus memanas juga berpengaruh pada kestabilan pertumbuhan ekonomi. Juwono menyarankanmu untuk memperhatikan kelanjutan Brexit di Inggris, situasi di Timur Tengah dan Iran serta hasil Pemilu yang diselenggarakan di Indonesia, Indoa, Filiphina, Thailand dan Afrika Selatan.

"Kebijakan moneter AS juga menjadi pertimbanganmu selanjutnya. Apakah kebijakan The Fed cenderung dovish (turun atau moderat) atau hawkish (naik atau agresif)," tambah dia.

Suku bunga adalah isu panas yang sedang terjadi saat ini. Karena menilai kondisi perekonomian AS sudah stabil, The Fed akan menaikkan suku bunga. Menurut Juwonoo, kenaikan suku bunga The Fed akan membuat investasi di negara berkembang seperti Indonesia tidak lagi menarik. Investor akan menarik investasinya dan memindahkannya ke instrumen investasi di negara asal seperti AS.

Beberapa waktu lalu, The Fed sudah mengumumkan bahwa pihaknya akan lebih bersifat dovish dengan menahan kenaikan suku bunga. Langkah ini biasanya akan menjadi rujukan bank sentral di banyak negara termasuk Bank Indonesia dengan menahan suku bunga acuannya.

"Apa yang terjadi dengan ekonomi Tiongkok juga layak mendapat perhatian. Bagaimana pertumbuhan ekonominya? Bagaimana pertumbuhan industri manufaktur dan langkahnya dalam membalas perang tarif yang dikeluarkan Donald Trump? Ini akan menjadi perhatian investor global," jelas dia.

Dengan melihat dan mempertimbangkan hal tersebut, kamu akan lebih bijak dalam menempatkan portofolio investasi. Risiko kehilangan (loss) investasi juga akan lebih mudah ditekan.