3 Cara Bijak Pilih Pinjaman Online

Terlilit utang bikin pusing.
Terlilit utang bikin pusing.

Siapa saja bisa menjadi korban pinjaman online (pinjol) ilegal. Apalagi kalau dia berada di situasi sangat butuh uang.

Godaan dan kemudahan yang ditawarkan pinjol kadang bisa membuat orang tak berpikir sehat. Di benaknya, “Yang penting dapet dulu uangnya, bayarnya gimana nanti”

Padahal cerita soal banyaknya korban yang terbelit jebakan utang pinjol ilegal makin menggila. Dari hanya pinjam jutaan, utang bisa membludak puluhan bahkan ratusan juta.

Namun seperti diketahui, tidak semua pinjol seperti itu. Ada yang legal dan terdaftar di OJK. Agar kamu tidak tertipu yang ilegal, simak tips berikut.

1. Cek Status Fintech di OJK

Kamu bisa mengecek status legalitasnya di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Daftar fintech yang terdaftar resmi bisa kamu lihat di tautan ini.

2. Pilih Fintech yang Tersertifikasi ISO 27001

Supaya lebih aman, pilih fintech yang sudah tersertifikasi ISO 27001. Ini merupakan standar yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Informasi melalui Permen Kominfo No. 4 Tahun 2016 Tentang Sistem Manajemen Pengamanan Informasi.

Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa fintech tersebut memiliki tata kelola data nasabah yang baik sesuai standar internasional.

3. Jangan Mendaftar di Banyak Fintech

Sebisa mungkin jangan mendaftar di banyak layanan pinjol untuk menghindari jeratan utang. Sebab antara satu pinjol dengan lainnya biasanya punya aturan berbeda terkait denda dan bunganya.

Laporkan

Oya, bila menemukan pinjol ilegal, segera laporkan melalui kontak OJK 157, WhatsApp 081157157157, atau email ke waspadainvestasi@ojk.go.id.

Yuk, jadi generasi anti modus.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.