3 Resolusi Soal Duit yang Jarang Terpikirkan Padahal Kaya Manfaat

Ilustrasi
Ilustrasi

Bicara soal tahun baru, biasanya orang bicara soal resolusi. Tapi ya seperti pada umumnya, belum tentu resolusi yang dibuat dijalani dengan sungguh-sungguh. Yang terpenting bagi mereka hanyalah resolusi tersebut harus diketahui banyak orang. Duh, kok gitu ya.

Resolusi seharusnya bukan sekadar konten latah buat dipamerkan di media sosial. Resolusi sebenarnya bisa jadi pedoman sukses untuk satu tahun ke depan. Jadi, jangan sembarangan menyusun resolusi, terutama yang menyangkut financial goal kamu.

Coba susun beberapa hal yang kerap terlupa selama ini. Misalnya; membuat dana darurat, menabung secara disiplin, mengurangi pengeluaran, investasi untuk pensiun, dan sebagainya.

Nah, kira-kira kamu sudah punya resolusi keuangan belum? Coba bandingkan dengan 3 ide resolusi dari Wonga di bawah ini. Adakah yang terlintas di benakmu?

Membaca buku mengenai keuangan

Ada banyak sekali buku mengenai cara mengatur keuangan pribadi. Sebelum tahun baru, coba kamu susun buku-buku mana yang boleh kamu baca untuk mendidik pribadimu dalam mengatur keuangan.

Setelah disusun, kamu bisa menentukan target. Misalnya, kamu menemukan 12 buku yang bisa kamu baca sepanjang tahun depan. Itu berarti kamu harus membaca satu buku, setidaknya dalam sebulan.

Kurang suka baca buku? Coba alternatif lain yang mungkin lebih menarik, misalnya podcast atau video Youtube. Tentu yang topiknya mengenai kiat finansial.

Membuat bujet bulanan

Supaya kamu bisa memenuhi tujuan, seperti dana darurat, menabung, investasi, dan sebagainya, kamu perlu menciptakan angka yang pas untuk digunakan sebagai bujet bulanan. Coba telaah lagi pengeluaranmu selama tahun ini, kira-kira berapa yang kamu habiskan setiap bulan?

Tentu saja kamu harus menentukan angka sekecil mungkin. Jangan biarkan hedonisme mengambil kendali penuh terhadap kocekmu. Satu lagi, membuat bujet bulanan tentu akan percuma jika kamu tidak disiplin.

Rencana jangka panjang

Rencana finansial setahun penting, tapi sebenarnya tergolong pendek. Kamu harus fokus juga pada rencana finansial jangka panjang. Misalnya, kamu menargetkan diri untuk membeli rumah dan mobil sendiri secara tunai dalam 10 tahun ke depan, atau ingin bebas dari utang dalam waktu lima tahun.

Jangan lupa untuk melakukan evaluasi terhadap rencana tersebut pada setiap akhir tahun berikutnya. Cek dan ricek, apakah target tersebut terpenuhi, atau malah semakin jauh. Jika kamu belum memiliki rencana jangka panjang, lebih baik dimulai sekarang, demi masa depan yang lebih cerah.