5 Hal yang Bikin Kamu Fokus Menabung

Ilustrasi
Ilustrasi

Semuanya pasti setuju kalau menabung itu sangat penting dalam menjalani kehidupan. Meski demikian, kegiatan menyisihkan gaji bulanan ini ternyata bukan perkara mudah. Apalagi bagi generasi milenial.

Dari sebuah riset yang dilansir Fortune, penyebab utama orang gagal menabung lantaran tidak mempersiapkan perencanaan keuangan dengan matang. Meskipun sebenarnya mereka punya pengetahuan soal keuangan, faktanya mereka kerap kalah pada “godaan”.

Sebanyak 81 % dari mereka yang gagal lebih memilih untuk jalan-jalan. Selain itu, 65 % mengaku karena sering jajan dan 55 % demi memenuhi keinginan gaya hidup.

Di Indonesia pun tidak jauh beda. Riset dari Credit Karma menyebut 39% milenial malah memilih berutang agar bisa nongkrong bareng teman-teman. Akhirnya, bukan kebebasan finansial yang didapat, justru banyak milenial yang burn out atau stres jika bicara soal keuangan.

Dari riset tadi ditemukan bahwa 56% milenial dipusingkan soal keuangan karena mereka selalu gagal mencapai target keuangan. Sebanyak 55% lainnya merasa kebutuhan bulanan lebih besar dari pendapatan bulanan. Sementara, 43% milenial merasa perlu mendapatkan gaji lebih. Terakhir, 42% milenial pusing karena merasa pesimistis takkan punya tabungan hari tua.

Duh, bisa berdampak begini ya.

Cara Fokus Menabung

Kalau kita tarik benang merahnya, semua itu terjadi karena mereka tak tahan menahan godaan. Kebanyakan dari mereka menunda menabung karena adanya mental tidak ingin ketinggalan (fear of missing out).

Namun, jangan khawatir. Bila kamu termasuk generasi milenial tadi, kamu masih bisa memperbaikinya kok. Kamu bisa pakai cara-cara di bawah ini agar tetap fokus dalam menabung.

Telusuri secara rinci pengeluaran bulan sebelumnya

Kamu perlu menelusuri secara rinci ke mana saja uangmu keluar. Dengan begitu, kamu bisa mengevaluasi dan memilah mana kebutuhan dan mana keinginan.

Bikin bujet

Tak perlu terlalu fokus pada rumus bujet 50-30-20 (50% untuk kebutuhan harian, 30% hiburan, dan 20% untuk menabung). Susun bujet bulanan berdasarkan skala prioritas sesuai evaluasi yang sudah kamu lakukan tadi.

Kelola utang dengan baik

Untuk keuangan lebih sehat, kamu juga perlu mengelola utang. Usahakan rasio pelunasan utang jangan sampai mendekati 30% dari penghasilan bulanan.

Jadikan menabung kebiasaan

Coba jadikan menabung sebagai kebiasaan bulanan. Kamu tidak harus menyisakan 20% dari gaji untuk menabung. Besaran tabungan tetap sesuaikan dengan kebutuhan bulananmu. Kalupun hanya bisa 5-10% dari gaji bulanan itu sudah bagus.

Seiring keuangan makin membaik dan menabung sudah jadi kebiasaan, kamu bisa menaikkan besaran tabungan per bulan.

Disiplin

Nah, agar bisa disiplin, kamu bisa manfaatkan Tahapan Berjangka BCA. Tiap habis gajian, rekening payroll akan otomatis terpotong ke Tahapan Berjangka. Jadi, kamu takkan terdistraksi dengan kebutuhan lain.

Soalnya setoran awalnya ringan banget, mulai Rp500 ribu per bulan. Sudah begitu suku bunganya juga di atas tabungan reguler. Malahan saat punya uang lebih, kamu bebas tambah dana sewaktu-waktu di luar setoran bulanan.

Bagaimana, cukup mudahkan? Lima cara tadi bisa jadi obat mujarab agar kamu tidak gagal fokus dalam menabung untuk mengejar kebebasan finansial. Yang terpenting, kamu harus punya kemauan untuk berubah menjadi lebih baik.

Kebetulan, saat ini masih dalam suasana Hari Menabung Nasional yang jatuh pada 20 Agustus 2020. Yuk berani komit perbaiki keuangan dengan Tahapan Berjangka. Klik di sini.