7 Sumber Kebocoran Finansial dan Cara Menambalnya

Ilustrasi
Ilustrasi

Banyak orang tidak sadar pada sumber kebocoran finansialnya. Hal ini terjadi lantaran kebocoran yang terjadi biasanya memang halus alias kecil. Namun layaknya bocor halus pada ban kendaraan, jika tidak segera ditambal atau diperbaiki, kerusakannya akan semakin besar.

Nah, sama halnya dengan kebocoran finansial. Masalah ini harus segera diatasi agar tidak menjerumuskan kamu pada masalah keuangan yang lebih besar.

Lalu apa saja sih contoh sumber kebocoran finansial tersebut? Bagaimana cara mengatasinya?

1. Biaya Administrasi Tabunga

Biaya administrasi tabungan sebenarnya bisa jadi pengeluaran kecil yang tidak terdeteksi. Untuk menyiasatinya, kamu bisa mulai melirik produk investasi yang bisa memberimu imbal hasil lebih besar. Pilih juga bank yang tidak menetapkan batas minimum di saldonya agar dapat kamu gunakan secara maksimal.

2. Biaya Keanggotaan

Misalnya kamu telah membayar biaya keanggotaan pusat kebugaran selama sebulan. Namun, pada kenyataannya, dalam sebulan kamu hanya sekali ke sana. Ini bisa dibilang kebocoran finansial. Solusinya, jika memang kemungkinan besar kamu tidak ada waktu untuk aktif fitness, sebaiknya berhenti saja dulu.

3. Godaan Promo

Hati-hati, kebocoran yang satu ini biasanya terjadi sangat cepat. Awalnya kamu tidak punya rencana beli makanan cepat saji karena masih punya makanan di rumah. Namun gara-gara melihat iklan promo di media sosial, kamu jadi tertarik membelinya. Akhirnya, makanan di rumah jadi bisa terbuang dan kamu jadi ada pengeluaran ekstra deh.

Untuk mengatasinya, latihlah dirimu agar tidak terlalu mudah mengeluarkan uang. Biasakan hanya membeli sesuatu yang memang penting dan dibutuhkan.

4. Penggunaan Listrik dan Air Berlebihan

Ada beberapa contoh penggunaan listrik berlebihan. Misalnya lupa mematikan AC di kamar padahal kamu sedang di ruang tamu, menyalakan televisi dan kipas sampai kamu ketiduran, boros air saat cuci kendaraan sendiri, dan lain-lain. Dari sekarang, cobalah ubah kebiasaan tersebut karena kebocorannya menyumbang 5%-15% kelebihan biaya.

5. Manajer Investasi

Periksa kembali di prospektus untuk mengetahui turnover rate-nya. Ini untuk memastikan kamu tidak mengeluarkan uang terlalu banyak untuk manajer investasi.

6. Loyal pada Satu Perusahaan Investasi

Jangan terlalu loyal terhadap perusahaan investasi padahal perusahaan itu tidak melakukan apapun. Seharusnya, biaya untuk pengelolaan pasif lebih kecil dibanding yang aktif, jadi untuk mengakalinya, kamu bisa melakukan diversifikasi dalam investasi.

7. Perawatan Kendaraan Tua

Kamu terlalu boros mengurusi mobilmu yang sudah tua. Ketika mobilmu sudah berumur 10 tahun lebih, biaya untuk memperbaikinya ketika rusak bisa melebihi harga jual mobil itu sendiri. Jadi, kamu bisa menjualnya.

Nah itulah tadi 7 contoh kebocoran halus dalam keuangan kamu yang kerap tidak kamu sadari. Tentunya masing-masing orang punya kebocoran finansialnya sendiri.

Jadi coba cek kembali secara teliti apakah kamu mengalami kebocoran atau tidak. Mumpung belum terlambat, segera tambal kebocoran tersebut agar tidak makin membesar dan membuatmu terjebak dalam masalah keuangan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.