Ada Penyesuaian, Berapa Jumlah Dana Darurat Ideal di Masa Pandemi?

Berapa yang dibutuhkan untuk dana darurat di masa pandemi?
Berapa yang dibutuhkan untuk dana darurat di masa pandemi?

Jutaan orang di dunia mulai kehabisan dana darurat. Pandemi juga membuat banyak orang "Mantab" alias makan tabungan.

Namun justru inilah bukti betapa pentingnya dana darurat. Sebab sebagian orang yang tidak memilkinya cenderung mengalami masalah keuangan dibanding yang punya dana cadangan. Beberapa bahkan ada yang terpaksa berutang, mengajukan restrukturisasi , menjual barang-barang berharga, dan lain-lain.

Perencana Keuangan Tania P. Brown mengatakan meski kondisi masih seperti sekarang, upayakanlah untuk tetap memiliki dana darurat. Tapi ada penyesuaian nih terhadap jumlah idealnya. Berapakah?

Menurut Tania, ada dua kelompok jumlah ideal dana darurat selama pandemi, yakni kelompok 3 Kali Pengeluaran dan 6 Kali Pengeluaran.

3 Kali Pengeluaran

1. Yang Profesinya Mudah Didapat

Yang masuk dalam kelompok ini adalah mereka yang profesinya mudah didapatkan lagi. Misalnya profesi Toni adalah guru musik dengan gaji Rp10 juta. Lalu tiba-tiba tempat kursus musik tempat Toni bekerja terpaksa tutup. Namun Toni berhasil dengan cepat mendapatkan tempat kursus baru yang mampu membayarnya dengan gaji yang sama.

2. Pasangan Berpenghasilan

Misalnya Andi awalnya punya penghasilan Rp15 juta dan istrinya tidak bekerja. Lalu Andi kehilangan pekerjaan. Kemudian Andi mendapat pekerjaan baru dengan gaji cuma Rp12 juta.

Namun Istri Andi kali ini berjualan dan mampu menghasilkan Rp3 juta per bulannya. Sehingga total penghasilan keduanya kembali ke seperti semula, Rp15 juta.

6 Kali Pengeluaran

1. Wiraswasta

Wiraswasta merupakan beberapa contoh pekerjaan yang tidak mendapatkan dana pensiun dan berbagai tunjangan lainnya. Belum lagi sumber aliran pendapatannya juga naik turun. Itulah kenapa dana darurat mereka harus lebih banyak.

2. Yang Profesinya Sulit Didapat

Saat kehilangan pekerjaan dan bidang profesinya jarang buka lowongan, kamu harus punya dana darurat lebih banyak. Sebab bisa jadi kamu butuh waktu lama untuk mendapatkan penghasilan yang sama lagi.

3. Tulang Punggung Keluarga

No debate! Sebagai tulang punggung keluarga, punya dana darurat adalah hal wajib. Apalagi kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan pekerjaan.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.