Alasan Mending Ganti Resolusi Keuangan dengan Tujuan Keuangan

Resolusi atau tujuan ya?
Resolusi atau tujuan ya?

Akhir tahun 2020 semakin dekat dan 2021 segera datang. Sudahkah kamu menyiapkan resolusi keuangan?

Eits, sebelum membuatnya, tahukah kamu kalau psikiater dan penulis buku Dr. Michael Bennet pernah mengatakan kepada The New York Times bahwa resolusi keuangan itu sulit banget untuk terwujud. Ia malah menyarankan untuk tidak membuat resolusi keuangan sekalian.

Anjurannya bukan tanpa dasar, lho. Sebab dari survei yang dilakukan, ternyata setelah 30 hari resolusi dibuat, cuma 25 persen yang benar-benar melanjutkannya.

Menariknya lagi, dari 25 persen yang masih bertahan tadi, cuma 8 persen yang berhasil. Ini artinya, jauh lebih banyak orang yang gagal mencapai resolusi keuangan daripada yang berhasil.

Pertanyaannya: apa yang salah?

Menurut Bennet, ini bukan soal benar dan salah, tapi lebih kepada makna. Ia mengatakan cobalah untuk mengganti kata “resolusi” jadi “tujuan”. Katanya, efeknya akan berbeda.

Setuju? Kita bahas dulu yuk.

Tujuan keuangan, bagi Bennet, lebih mengarah ke “aksi”. Sementara resolusi keuangan lebih condong ke “hasil”. Selain itu tujuan keuangan itu bisa lebih spesifik, sedangkan resolusi keuangan cenderung lebih luas. Dari sini bisa diduga kalau resolusi keuangan kerap gagal karena tujuan dari aksi yang dilakukan tidak spesifik.

Nah, sekarang, pilih mana? Lebih baik tanpa resolusi atau tanpa tujuan?

Yuk simak, 4 Tujuan Keuangan 2021 yang Cocok Saat Pandemi

1. Dana Darurat

Ibarat “ban serep”, dana darurat ini sangat penting. Kita enggak tahu kapan mengalami pecah ban. Tanpa ban serep, tentu kita jadi terpaksa meminta bantuan orang untuk dibawakan ban pengganti.

Sama halnya dengan dana darurat. Kita enggak tahu kapan mengalami musibah seperti sakit, bencana alam, kantor tutup, kecelakaan, dan lain-lain. Dana ini bisa jadi penopang untuk memenuhi kebutuhan sendiri tanpa harus mengandalkan pinjaman dari pihak lain.

Biar spesifik, tentukan jumlah dana darurat yang kamu inginkan. Namun menurut para pakar, baiknya kita punya sekitar 3-6 kali pengeluaran bulanan.

Di mana menyimpan dananya?

Temukan cara terbaik mengumpulkan dana darurat di sini.

2. Punya Asuransi

Jika orang membuat resolusi hidup sehat di 2020, kenapa enggak membuat tujuan punya asuransi aja sekalian? Ingat, 2020 telah mengingatkan kita betapa pentingnya kesehatan.

Kamu tentu tahu kan mahalnya biaya kesehatan. Itulah mengapa kamu perlu asuransi.

Untuk kamu yang tidak berstatus karyawan, cobalah untuk mempertimbangkan memiliki asuransi kesehatan minimal BPJS Kesehatan. Iurannya kecil kok. Sementara manfaat yang bisa didapatkan sangat menguntungkan, seperti tanggungan saat kita dirawat di rumah sakit atau harus menggunakan fasilitas kesehatan lainnya.

Bayar BPJS Kesehatan juga gampang banget. Enggak perlu keluar rumah. Cukup lewat aplikasi BCA mobile aja.

Klik caranya di sini.

Selain BPJS Kesehatan, kamu bisa juga mempertimbangkan memiliki asuransi kesehatan swasta. Asuransi ini dapat jadi pelengkap atas kekurangan sistem BPJS Kesehatan. Pelayanan asuransi kesehatan yang dikelola perusahaan swasta relatif lebih praktis.

Misalnya, kita bisa langsung mendapatkan pelayanan di rumah sakit tanpa harus ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, dokter keluarga, atau klinik terlebih dulu. Kita juga tidak perlu mengantre terlalu lama untuk bisa mendapatkan pelayanan dokter di rumah sakit.

Asuransi apa yang dibeli?

Cek di sini untuk pilihan asuransi yang cocok untukmu.

3. Investasi

Nah, jika resolusimu adalah punya uang lebih banyak, ganti dengan tujuan keuangan: berinvestasi. Kamu bisa berinvestasi di saham, reksa dana, atau obligasi mulai 2021.

Di pasar saham, ada sekitar 700 saham yang bisa dipilih. Tapi tentu saja jangan asal pilih. Bekali dulu pengetahuanmu soal saham.

Sambil belajar, kamu bisa mencoba instrumen investasi lain yang relatif aman seperti Surat Berharga Negara (SBN) Ritel. Setiap tahunnya, pemerintah menerbitkan SBN Ritel seperti Sukuk Tabungan, Sukuk Ritel, Obligasi Negara Ritel, dan Sukuk Ritel.

Selain itu, kamu juga dapat memilih reksa dana. Reksa dana dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman dan membantu investor memiliki berbagai instrumen investasi.

Asyiknya lagi, investasi reksa dana dan obligasi bisa lewat aplikasi Welma. Jadi Cuma dari HP, kamu bisa menyiapkan masa depan.

Kenalan sama Welma di sini.

4. Punya Sampingan

Menurunnya pendapatan telah mendorong orang untuk memikirkan cara mendapatkan tambahan penghasilan. Jika resolusimu adalah punya penghasilan tambahan, maka gantilah jadi tujuan keuangan: buka bisnis.

Bisnis itu bisa berupa jasa ataupun produk. Kamu dapat lebih spesifik lagi misalnya buka bisnis dengan modal Rp1 juta, bisnis yang bisa dilakukan tanpa resign, dan lain-lain.

Itu tadi 4 tujuan keuangan yang cocok saat pandemi. Yuk buat sekarang. Ingat, buatlah yang spesifik dan sertakan dengan aksinya. Selamat mencoba.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.