Alasan Milenial Harus Tahu Apa Itu Resesi

Ilustrasi
Ilustrasi

Pernah dengar istilah resesi? Atau jangan-jangan di sekitarmu memang sedang hangat membicarakannya? Kalau begitu ini jadi alasan pertama kenapa kamu sebagai milenial harus tahu apa itu resesi.

Resesi ekonomi memang tengah jadi kekhawatiran seluruh negara di dunia. Jadi enggak cuma gengmu aja, Guys.

Kemunculannya sendiri disebut-sebut semakin dekat. Bahkan negara tetangga kita, Singapura, sudah mengklaim mengalami resesi. Wah, di Indonesia bagaimana?

Tanda-tandanya sih memang sudah terlihat. Misalnya seperti lesunya jumlah ekspor, daya beli masyarakat menurun, hingga konsumsi rumah tangga yang berkurang, semua itu jadi indikatornya.

Nah, ahli-ahli ekonomi bilang kalau kita jangan menganggap bahwa resesi ekonomi hanya dirasakan oleh masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas saja. Justru dampak buruknya bisa berimbas ke semua kalangan, mulai dari perusahaan besar, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sampai para karyawan.

Dan ini jadi alasan kedua kenapa kamu sebagai generasi milenial wajib tahu apa itu resesi. Dengan paham tentang resesi yang up to date, harapannya kita bisa tahu dan menentukan cara menghadapi resesi ekonomi sesuai dengan kondisi pribadi.

Lalu Bagaimana Cara Milenial Hadapi Resesi?

Pepatah mengatakan kenali dulu musuhmu agar tahu cara menghadapinya. Jadi ya sebaiknya kamu terlebih dahulu mengenal berbagai dampak buruknya berikut ini.

Krisis global—biaya impor meningkat—pemasukan negara terhambat

Daya beli masyarakat menurun—risiko perusahaan bangkrut membesar

Perusahaan terancam bangkrut—pemutusan hubungan kerja—pengangguran

Pengangguran tinggi—UMKM sepi.

Nah, sekarang kita jadi tahu bahwa ujung-ujungnya resesi memang berdampak pada seluruh kalangan. Lalu apa yang harus kita perbuat?

Pertama, tenang. Jangan panik dulu ketika mendengar tentang risiko resesi ekonomi yang ada di depan mata. Kamu bisa melakukan beberapa cara ini untuk menghadapi resesi ekonomi secara tepat:

1. Peningkatan Skill

Tak perlu diperdebatkan lagi, kamu harus punya skill lain untuk mengantisipasi PHK. Semakin banyak keahlian yang kamu miliki, semakin besar peluang kamu dipertahankan perusahaan atau dipekerjakan perusahaan baru.

2. Lunasi Utang

Segeralah lunasi utang dan kewajiban finansial lainnya. Dengan demikian kondisi finansial pribadi yang semakin sulit akibat resesi tidak semakin terbebani.

3. Rintis Bisnis Sampingan

Hal ini bisa kamu lakukan tanpa meninggalkan pekerjaan utama. Bisnis sampingan bisa memberikan pendapatan tambahan untuk mendukung kondisi finansial, jadi jangan hanya bergantung pada gaji saja.

4. Dana Darurat

Menyiapkan dana darurat, tabungan, dan investasi yang jumlahnya memadai sudah jadi opsional paling masuk akal. Persiapan finansial yang matang tak akan mengganggu kebutuhan pribadi dan keluarga bila seandainya kamu harus menghadapi PHK atau risiko bisnis bangkrut.

Segera buat rekening khusus simpanan. Kamu bisa buka rekening baru via aplikasi BCA mobile di ponsel. Gampang kok, cuma beberapa menit saja.

Klik di sini untuk panduannya.

Jangan lupa pilih kode promosi Grab-BCA saat buka rekening via BCA mobile. Lumayan bisa dapat voucher GrabFood sebesar Rp100 ribu rupiah.

Klik info promonya di sini.

Atau biar lebih simpel lagi, buka Tahapan Berjangka di BCA saja. Sistemnya menggunakan autodebet sehingga langsung ditarik per bulannya sesuai jumlah yang ditentukan. Dengan suku bunga yang lebih tinggi dari tabungan biasa, kamu bisa lebih untung di akhir program nanti.

Kalau penasaran, simulasikan langsung Tahapan Berjangka di sini.

Apapun jenis simpanannya, kita sebagai generasi milenial memang dituntut untuk lebih sigap dan kreatif dalam menghadapi resesi. Jadi, jangan menyerah dengan keadaan ya. Fight dari sekarang. Sediakan payung sebelum hujan.