Aturan Main untuk Pembelian Properti Bersama Teman

Kredit Properti bersama Teman
Kredit Properti bersama Teman

Pernah terbayang membeli properti bersama teman? Bidikan pasar inilah yang sedang hangat menjadi incaran pengembangan properti. Jadi, bersama dua orang teman, kamu bisa membeli apartemen secara patungan, baik untuk uang muka (DP) maupun cicilan.

Pengembang kini sudah punya cara agar status kepemilikan tetap sah dan tercatat untuk kamu dan dua teman. Jadi, masing-masing akan menerima sertifikat hak guna pakai (HGB) atas apartemen tersebut.

Meski demikian, Investopedia memperingatkan agar kamu memahami kondisi-kondisi berikut yang mungkin terjadi.

Memengaruhi Status Kredit

Sudah tahu keberadaan BI-Checking? Sebagai nasabah bank, Biro Kredit Bank Indonesia (BI) mencatat data kredit kamu. Jadi, bila kamu atau teman pernah terlambat mencicil di bank atau lembaga pembiayaan, itu bisa memengaruhi peringkat kredit.

Jadi, bila salah satu teman memiliki status BI-Checking buruk, kamu bisa mendapat bunga kredit lebih mahal. Tentu, dampaknya pada DP hingga total pinjaman.

Sulit Keluar

Investasi properti bisa memiliki tenor sangat panjang. Bila di tengah jalan ada perselisihan, entah karena masalah pribadi atau keuangan, ini bisa berbahaya meskipun bisa mengalihtangankan kredit (overcredit) pada orang lain.

Selain itu, tak ada garansi bahwa salah satu dari kalian bisa tetap komitmen dengan kredit jangka panjang ini. Solusinya, buat perjanjian yang detail secara tertulis dan pastikan pula ada asuransi jiwa kredit sebagai upaya perlindungan kalian.

Tantangan Mendapat Pinjaman Lain

Kamu sudah membagi cicilan bulanan secara rata. Namun, status di BI-Checking berubah karena rasio utang pada pendapatan (DER) naik. Selama masa pembiayaan belum selesai, plafon pengajuan kredit akan berkurang.

Jadi, bila nanti kamu ingin kredit mobil misalnya, bank akan melihat rekam jejak yang kamu punya dan menjadikan kredit properti bersama temanmu sebagai pertimbangan.