#AwasGagalFokus: 5 Kesalahan Keuangan Ini Bisa Saja Kamu Lakukan

Lah kok enggak ada yang pas?
Lah kok enggak ada yang pas?

Susah fokus jadi salah satu penyakit generasi milenial. Umumnya, mereka mudah terdistraksi dengan apa pun yang menarik perhatian.

Megan Widjaja, CEO The Indonesia Commodities and Derivatives Exchange (ICDX), sempat menyinggung “penyakit” generasi milenial ini. Di hadapan anak muda di acara Indonesian Millennial Summit beberapa waktu lalu, Megan mengatakan bahwa milenial kerap gagal fokus terhadap tujuan lantaran tak sabar ingin melihat handphone.

Nah, kurang fokus ini ternyata punya dampak negatif lho. Kinerja dan produktivitas di kantor maupun bisnis bisa tidak maksimal. Bila terkait keuangan, perencanaan yang tersusun pun bisa buyar.

Zack Friedman, penulis buku best-seller “The Lemonade Life”, menyebut ada 5 kesalahan keuangan yang bisa terjadi gara-gara penyakit kurang fokus ini. Kalau kamu pernah mengalami 5 kesalahan ini, lebih baik mulai sekarang kembali fokus ke tujuan yang sudah kamu susun.

Beli rumah yang tak bisa dicicil

Rumah memang menjadi kebutuhan primer. Namun, bila membeli tanpa perhitungan pas, justru menjadi beban. Saat membeli rumah, sesuaikan dengan bujet dan kebutuhan. Kamu tak perlu membeli rumah besar, tapi justru membebani keuanganmu.

Setelah mendapatkan rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan bujet, kamu bisa manfaatkan fasilitas KPR yang punya penawaran menarik seperti KPR BCA. Apalagi, sebentar lagi BCA mau ulang tahun. Biasanya, banyak promo KPR gila-gilaan.

Tak bisa mengendalikan pemakaian kartu kredit

Tagihan kartu kredit kerap jadi biang keladi stres keuangan bagi milenial. Tagihan yang membengkak ini berbanding lurus dengan kebiasaan konsumtif milenial.

Nah, pastikan kamu bisa mengelola penggunaan kartu kredit. Jangan sampai tagihan kartu kredit bikin tekor tiap akhir bulan.

Impulsif membeli barang

Saat hendak membeli barang, pastikan kamu benar-benar membutuhkan barang itu. Jangan sampai kamu membeli barang hanya karena ingin atau menyenangkan perasaan hati.

Misalnya, saat ada smartphone baru, jangan mudah tergoda untuk membeli bila HP-mu masih bisa berfungsi dengan baik. Kamu bisa fokus membeli barang yang benar-benar menjadi kebutuhan.

Berinvestasi pada sesuatu yang enggak dipahami

Saat ingin berinvestasi, kamu harus memahami lebih dahulu produk investasi yang ingin kamu beli. Jangan mudah tergoda dengan iming-iming keuntungan besar yang enggak masuk akal.

Misalnya, saat kamu ingin investasi di pasar modal, pelajari prinsip-prinsip dasar pasar modal. Selain itu, pahami perusahaan-perusahaan yang sahamnya ingin kamu beli.

Kamu bisa baca-baca artikel soal investasi di tautan ini. Setelah paham, baru kamu bisa memilih produk investasi.

Tidak menyiapkan dana darurat

Siapkan dana darurat sekarang juga bila saat ini kamu belum punya. Sebab, kamu tidak akan tahu apa yang terjadi di masa depan. Dana darurat itu bisa kamu pakai untuk memperbaiki rumah, memperbaiki motor, kebutuhan mendesak dan mendadak, serta biaya kesehatan mendadak.

Sisihkan 5-10% dari gaji bulanan untuk dana darurat. Jangan utak-atik kecuali ada kebutuhan darurat.

Bagaimana dengan kamu? Ada kesalahan-kesalahan tadi yang kamu lakukan? Yuk mulai berbenah dan kembali fokus.