Bahagia Namun Irit? Tentu Bisa

Bahagia Namun Irit? Tentu Bisa
Bahagia Namun Irit? Tentu Bisa

Perencanaan keuangan yang matang adalah kunci tercapainya tujuan keuangan. Disiplin mengelola keuangan tidak harus menjadikanmu merasa tertekan atau tidak bahagia karena dipaksa terus berhemat.

Agar tetap bahagia dalam mengelola keuangan, pakar keuangan Gonzales Damon seperti dikutip Investopedia menyarankan, berpeganglah pada dua hal. Prinsipnya, beli sesuatu dengan dasar memperkaya pengalaman, bukan menambah koleksi barang.

Saat kamu tertarik mengganti gawai dengan seri terbaru misalnya. Harganya bisa mahal. Namun, apa yang bisa kamu dapat dengan gawai baru itu? Kualitas kamera lebih bagus, performa baterai lebih tahan lama atau mempermudah kinerja.

Bila kamu mendapat pengalaman baru, barang tersebut layak dibeli. Pembelian sesuatu berdasar pengalaman, menurut banyak riset, akan membuatmu lebih bahagia. Belanja lebih, untuk seseorang yang kita sayangi, juga patut dilakukan.

Misalnya, membelikan orangtua perhiasan di hari jadinya. Hal itu akan memberimu kebahagiaan. Bila melakukan ini, kamu akan merasa lebih bahagia dibanding saat kamu membeli baju untuk diri sendiri.

Apalagi, kalau koleksi baju milikmu sudah lebih dari cukup. Menghabiskan lebih banyak uang untuk sesuatu yang belum pernah kamu lakukan juga dapat memberi kebahagiaan lebih.

Belum pernah naik gunung? Mimpi berpetualang ke Raja Ampat? Atau menginap di hotel berbintang lima? Jalani saja selagi kamu mampu. Uang yang kamu habiskan sebanding dengan pengalaman baru dan kebahagiaan yang bisa kamu rasakan.

Contoh-contoh tersebut tak semuanya sama bagi semua orang. Kamu bisa menyesukan dengan kebutuhanmu. Hasil studi menunjukkan, membeli barang-barang berdasarkan pengalaman akan bermanfaat positif pada pengelolaan keuangan ke depannya.