Berencana Investasi Reksa Dana? Pahami Dulu Risikonya

Risiko Reksa Dana
Risiko Reksa Dana

Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi yang menarik saat ini. Untuk jangka pendek, kamu bisa memilih reksa dana pasar uang. Sedangkan jangka panjang bisa memilih reksa dana saham. Sebelum masuk, ada baiknya kamu memahami risikonya.

Mengutip laman sikapikeuangan milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebelum memutuskan menjadi investor reksa dana, pahami risikonya berikut.

Tak Ada Jaminan Untung

Produk pasar keuangan ini tidak memberikan jaminan bahwa investasi yang kamu lakukan akan berbuah keuntungan. Sebab, semua tergantung kondisi pasar keuangan. Karena itu, sebelum memilih produk, lihat tren imbal hasil reksa dana dalam 1-5 tahun.

Risiko Pasar Modal

Hasil reksa dana sangat tergantung kondisi ekonomi global, regional maupun nasional. Kebijakan pemerintah, politik, suku bunga dan sentimen investor biasanya memengaruhi reksa dana.

Risiko Efek

Misal, kamu menempatkan dana di reksa dana obligasi. Ternyata, perusahaan yang dipilih mengalami gagal bayar seperti kasus PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA). Risiko ini menjadi tanggung jawab investor.

Risiko Likuiditas

Risiko ini terkait seberapa mudah sebuah efek dijual kembali dengan nilai mendekati nilai wajar.

Risiko Inflasi

Risiko muncul akibat kenaikan harga barang konsumsi yang kemudian memengaruhi daya beli investasi masyarakat.

Risiko Pembiayaan Pinjaman

Bila dana pembelian reksa dana diperoleh dari pinjaman, kamu harus menanggung risiko dua kali. Kerugian atas nilai investasi dan risiko utang. Untuk itu, lembaga keuangan biasanya mengurangi plafon pinjaman atau menambah agunan.

Risiko Ketidakpatuhan

Risiko karena ketidakpatuhan investor pada aturan hukum, etika dan kebijakan serta prosedur lain dari manajer investasi.

Risiko Manajer Investasi

Kinerja reksa dana sepenuhnya tergantung pada kepiawaian aset manajemen dalam mengatur dan mengelola portofolio. Salah atur akan membuatmu menanggung kerugian.