Berikut Alokasi Dana Investasi yang Sesuai dengan Profilmu

profesional investment
profesional investment

Tidak peduli apakah kamu seorang pengusaha ataupun profesional, investasi adalah hal yang wajib kamu lakukan. Investasi terbaik adalah investasi yang dilakukan sedini mungkin dengan disiplin.

Perencana keuangan Juwono S. Sudirgo menyebut prinsip dasar investasi bagi seorang profesional dengan pengusaha memiliki sedikit perbedaan. Salah satunya adalah karena seorang profesional memiliki batas waktu produktif sampai kemudian pensiun di usia 55-60 tahun. Ia memiliki pendapatan rutin yang besarnya cenderung terukur. Hal ini berbeda dengan pengusaha yang bisa mengatur penghasilanmu sendiri tergantung skala bisnis.

"Tips investasi bagi profesional adalah menabung atau investasi minimal 20% dari pendapatan bulanan yang diterima," kata Juwono bicara di BYC Forum.

Juwono juga memperingatkanmu untuk mengetahui berbagai jenis instrumen investasi beserta risiko dan tujuan keuanganmu. Dia juga memperingatkanmu untuk mengetahui karakter serta batas risiko yang bisa ditoleransi dari suatu instrumen investasi.

Saham misalnya, investasi langsung di saham dapat memberikan potensi imbal hasil sampai 100%. Namun, imbal hasil yang tinggi selalu diikuti dengan risiko yang tinggi pula. Investasimu pada saham dapat naik-turun secara signifikan di jangka pendek.

Apakah kamu siap dengan volatilitas itu? Apakah kamu cukup memiliki ketenangan diri dan emosi dalam investasi? Bila tidak, maka Juwono menyarankanmu untuk menempatkan investasi yang lebih aman. Reksa dana campuran misalnya yang menggabungkan portofolio saham dan obligasi. Meski menawarkan imbal hasil yang moderat, reksa dana campuran tidak mengalami fluktuasi sebesar saham.

"Kamu juga harus terus menambah keterampilan dan pengetahuan di bidang industrimu sehingga penghasilanmu juga terus bertambah," tambahnya.

Bagaimana strategi pengelolaan keuangan dan investasi bagi seorang pengusaha?

"Pebisnis bisa mengatur sendiri sampai seberapa besar penghasilannya. Namun, baiknnya disesuaikan dengan skala bisnisnya. Kalau ingin penghasilannya naik maka bisnis harus lebih besar, omsetnya lebih besar lagi," saran mantan bankir ini.

Kamu, katanya, juga tetap harus menabung setidaknya 20% dari pendapatan tersebut untuk tabungan dan investasi.

Di samping itu, menghadapi bisnis yang berubah dengan cepat, dia juga menyarankanmu untuk tetap meningkatkan kemampuan agar bisa bersaing dan berkompetisi. Salah satu keterampilan yang penting untuk dimiliki adalah bagaimana bekerja dengan memanfaatkan internet untuk memenangkan pasar.

"Kuasai juga keterampilan manajemen," pungkasnya.