Buat Investor Muda, Lakukan Hal Ini Saat Pasar 'Volatile'

investasi
investasi

Kondisi pasar saham yang sedang tidak dapat ditebak tentu akan membuat beberapa investor menjadi was-was dan bingung harus melakukan apa. Untuk kamu yang juga bingung, tak perlu khawatir, ada saran yang bisa kamu coba.

Investor kawakan Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, pasar saat ini terbilang dalam kondisi sideways temporer. “Hal itu terlihat dari kondisi IHSG yang naik turun tanpa membuat new high atau pun new low dalam range tertentu," kata Irwan pada Kontan.

Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, investor harus membeli saham dengan fundamental bagus, prospek bagus, dan harga saham sudah terdiskon lumayan.

“Mereka boleh melakukan average down setelah harga pasar turun sekitar 10%-20% dari pembelian terakhir. Sedangkan, untuk mereka yang trading, dalam kondisi sideways temporer seperti ini, maka strategi yang cocok adalah beli saham yang perusahaannya bagus dan swing harganya ada rentang minimal 7% dalam 2-4 minggu," paparnya.

Irwan bilang, lebih besar swing harga akan lebih bagus. "Belilah saat harganya berada sekitar support-nya,” tambah dia. Irwan juga menyarankan, sebaiknya memisahkan penggunaan rekening saham untuk investasi dan untuk trading.

Irwan mengaku, saat ini ia tertarik berinvestasi di sektor perbankan dan infrastruktur. “Saat ini saya lebih tertarik berinvestasi di emiten-emiten infrastruktur seperti ADHI, WSKT, WIKA, PTPP. Untuk banking, saya lebih tertarik di BBNI, BBTN,” katanya.

Irwan mengungkap, sektor properti sebenarnya punya prospek bagus di tahun depan. Namun, investor sudah bisa mengumpulkan saham properti mulai kuartal tiga dan empat tahun ini.

“Selain itu, CPO juga termasuk menarik meski agak perlu dicermati perkembangan global terakhir," pungkasnya.