Bujet ala Mi Instan, Cocok Saat Darurat

Tiffany "The Budgetnista" Aliche, Peraih Penghargaan Pengajar Finansial Terfavorit Amerika.
Tiffany "The Budgetnista" Aliche, Peraih Penghargaan Pengajar Finansial Terfavorit Amerika.

Mi instan identik dengan makanan yang merakyat karena harganya yang murah. Cukup beberapa ribu rupiah, kamu bisa mengenyangkan perut. Kalaupun kurang kenyang, kamu bisa masak dua bungkus sekaligus, toh harganya murah kan?

Mi instan memang cocok untuk situasi darurat. Misalnya saat tengah malam, hujan deras, dan lain-lain.

Bahkan—mohon maaf—setiap kali ada bencana, salah satu bentuk sumbangan yang diberikan untuk korban biasanya mi instan. Selain mudah diolah, mi setidaknya bisa jadi makanan sementara.

Nah, rupanya kecocokan mi instan di kala darurat menginspirasi seorang pakar keuangan bernama Tiffany Aliche. Peraih penghargaan Pengajar Finansial Terfavorit Amerika ini sukses sebagai penasehat keuangan untuk kalangan selebritis.

Dilansir dari Time, Aliche sendiri pernah merasakan kemiskinan, terutama ketika jadi pengangguran pada 2009. Ia dipecat dari posisi sebagai guru sekolahan. Dari situ, ia mempelajari soal "bujet ala mi instan" yang mulai banyak dilirik orang.

Nah, seperti apa sih bujet ala mi instan atau "Noodle Budget" itu?

Bujet ala mi instan yang dianut Aliche artinya kamu harus irit seirit mungkin saat sedang berada dalam krisis keuangan atau ketidakjelasan status finansial. Pada dasarnya, atur pengeluaranmu seakan-akan kamu harus makan mi instan setiap hari. Ini cuma pengandaian ya, jangan ditiru sebab makan mi instan setiap hari tak sehat bagi tubuh.

"Bujet mi instan terjadi pada diri saya karena salah saya sendiri. Saya tidak siap (menghadapi krisis)," ujar Aliche.

Setelah dipecat, Aliche tetap hidup dengan pengeluaran sama dengan saat ia masih bekerja, sembari berharap akan segera dapat pekerjaan baru. Tentu saja ia tidak segera mendapatkannya. "Saya kehabisan uang. Lalu saya coba teknik bujet mi instan."

Bagaimana caranya memangkas pengeluaran? Sebenarnya bujet mi instan ini simpel saja. Aliche menawarkan dua langkah. Yuk, simak.

1. Cek pengeluaran bulananmu

Catat semua yang kamu butuhkan untuk bertahan hidup. Dari tagihan, makanan, minuman, dan hiburan, hingga hal-hal yang remeh dan tampaknya kecil. Kamu bisa mencatat menggunakan berbagai aplikasi di smartphone, atau sekadar menggunakan file excel.

Baca: Demi Apa, 7 Aplikasi Pengatur Duit Ini Bisa Bikin Kaya?

2. Buang yang tidak perlu

Nah, dari catatan pengeluaranmu untuk sebulan, kamu bisa memangkas pengeluaran apapun yang kurang penting untuk sementara. Jangan ragu-ragu dalam memangkas pengeluaran. Misalkan, langganan layanan streaming. Kamu pasti bisa kok enggak nonton dulu selama sebulan di kala darurat.

Untuk sesuatu yang tampaknya perlu, mungkin kamu masih bisa menghematnya. Misalkan, tiap bulan kamu potong rambut di barbershop ternama. Nah, di kala darurat, potong rambut di tukang cukur biasa masih bagus, kok. Atau, syukur-syukur kamu bisa gunting rambut sendiri.

Itu tadi dua langkah yang dianjurkan Aliche apabila kamu terpaksa menerapkan bujet mi instan. Meski sebenarnya cocok di kala darurat, tapi kamu bisa juga kok menerapkannya di situasi lain seperti pandemi sekarang. Paling tidak, dengan bujet mi instan, kamu bisa menekan pengeluaran dan memaksimalkan sisa uang yang ada untuk ditabung jadi dana darurat.

Jangan lupa, pisahkan dana daruratmu dari uang lainnya. Kamu bisa Buka Rekening Baru khusus untuk dana darurat. Bisa juga dengan Buka Tahapan Berjangka di BCA.

Di Tahapan Berjangka, setorannya ringan dan memberikan suku bunga yang lebih besar dari tabungan biasa. Tabungan di Tahapan Berjangka tidak dapat ditarik selama jangka waktu menabung, sehingga komitmen kamu akan terjaga dan menabung jadi lebih konsisten.

Kepoin Tahapan Berjangka di sini.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.