Cara Kreatif Danai Bisnismu (1)

Cara Kreatif Danai Bisnismu (1)
Cara Kreatif Danai Bisnismu (1)

Kini, pilihan-pilihan untukmu mendanai bisnismu kian banyak dan berevolusi. Bila dulu kamu harus menabung selama bertahun-tahun hingga uangmu cukup untuk membangun bisnis, kini banyak alternatif yang bisa kamu lakukan.

Misalnya Mike Saphiro, pria ini merupakan seorang pengacara yang akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dan mendirikan usaha penerbitnya sendiri, TAPInto.net.

Ia mengakui, mendanai bisnisnya sendiri merupakan hal yang sangat menekan. Selama tahun-tahun awal, ia mengeluarkan US$250 ribu (Rp3,3 miliar) untuk memulai bisnis.

Selama ini pula, ia tak memiliki pendapatan dan masih harus menafkahi keluarganya dari tabungan. Ketika Saphiro meluncurkan bisnisnya, keluarganya berharap bisnis ini bisa berjalan baik.

"Saya taruh semua uang saya untuk perusahaan ini. Saya harus kerja keras untuk memiliki pendapatan yang cukup dan keluarganya bisa bertahan. Ini sangat menekan," katanya.

Saphiro pun akhirnya butuh tambahan dana untuk mengembangkan bisnisnya. Pada 2012, ia pun melakukan pendekatan baru untuk mendapat suntikan dana sebesar US$150 ribu (Rp1,99 miliar).

Ia pun berhasil mendapat uang itu dari transaksi yang dikenal sebagai Private Placement. Pendekatan ini ia lakukan dengan menjual ekuitas perusahaannya pada pendukung di komunitas.

Upayanya ternyata membuahkan hasil, dan bisnisnya bisa tumbuh dan investasinya dalam teknologi membuat bisnisnya makin terlihat.

Tahun ini, ia memproyeksikan pendapatan bisnisnya mencapai Rp650 ribu (Rp8,6 miliar) hingga Rp1 miliar (Rp13,2 miliar). Dari sini, banyak pengusaha menemukan bahwa mengumpulkan uang untuk mendanai usaha butuh keteguhan hati.

Namun kini, pilihan untuk pemilik usaha kecil dan menengah dalam berburu dana kian berevolusi. Berikut, kita akan bahas pilihan-pilihan yang bisa kamu lakukan.

Private Placement. Cara ini merupakan yang cara yang digunakan Saphiro. Ia memilih sendiri calon pembeli ekuitas perusahaannya setelah berdiskusi dengan dewan penasihatnya.

"Semuanya merupakan pemimpin bisnis dan komunitas," kata Saphiro. Kini, para investor ini bisa dengan mudah dicari melalui platform Online.

Peneliti alternatif keuangan Richard Swart mengatakan, "Kini ada banyak platform yang bisa menghubungkan pengusaha dengan investor," katanya.

Keuntungan cara ini adalah, kamu memiliki kesempatan bisa mengumpulkan dana dalam jumlah besar.

Sedangkan kerugiannya, kamu harus membagi kepemilikan perusahaannya dengan para investor yang mungkin tak sepakat dengan caramu menjalankan bisnis.

Berlanjut pada bagian kedua.