Cara Mudah Memahami Aturan Baru Tarif Pajak untuk Gaji Rp5-15 Juta per Bulan

Ilustrasi
Ilustrasi

Pemerintah resmi mengubah aturan mengenai tarif Pajak Penghasilan (PPh) untuk wajib pajak orang pribadi dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Jika sebelumnya hanya ada empat lapisan tarif, sekarang jadi lima lapisan tarif pajak.

Namun besaran pendapatan tidak kena pajak (PTKP) tidak diubah, yaitu tetap Rp54 juta per tahun. Sementara yang berubah adalah sebagai berikut:

Lapisan Tarif Pajak Sebelumnya
Lapisan 1: Rp0 sampai Rp50 juta per tahun: tarif 5%
Lapisan 2: Rp50 juta sampai Rp250 juta per tahun: tarif 15%
Lapisan 3: Rp250 juta sampai Rp500 juta per tahun: tarif 25%
Lapisan 4: Di atas Rp500 juta per tahun: tarif 30%

Lapisan Tarif Pajak Sekarang
Lapisan 1: Rp0 sampai Rp60 juta per tahun: tarif 5%
Lapisan 2: Rp60 juta sampai Rp250 juta per tahun: tarif 15%
Lapisan 3: Rp250 juta sampai Rp500 juta per tahun: tarif 25%
Lapisan 4: Rp500 juta sampai Rp5 miliar per tahun: tarif 30%
Lapisan 5: Di atas Rp5 miliar per tahun dikenakan tarif sebesar 35%

Dengan aturan baru tersebut, lantas bagaimana menghitung besaran pajak untuk kamu yang bergaji antara Rp5 juta sampai Rp15 juta per bulan? Kita hitung sama-sama yuk!

Cara Menghitung Pajak Berdasarkan Aturan Baru (Harmonisasi Peraturan Perpajakan -HPP)

Hal pertama untuk mengetahui apakah penghasilan kamu terkena pajak atau tidak adalah dengan mengurangi penghasilan satu tahun dengan penghasilan tidak kena pajak (PTKP sebesar Rp54 juta).

Jadi rumusnya: Gaji – Rp54 juta = Penghasilan Kena Pajak. Kita coba terapkan yuk:

1. Gaji Rp5 Juta/bulan atau Rp60 Juta/tahun

PKP = Penghasilan - PTKP
Rp60 juta - Rp54 juta = Rp6 juta (lapisan 1)
Besaran pajak (lapisan 1)
5% x Rp6 juta = Rp300 ribu/tahun.

2. Gaji Rp9 Juta atau Rp108 juta/tahun

Rp108 juta - Rp54 juta = Rp54 juta (lapisan 1)
Besaran pajak (lapisan 1)
5% x Rp54 juta = Rp2,7 juta/tahun.

3. Gaji Rp10 juta/bulan atau Rp120 juta/tahun

Rp120 juta - Rp54 juta = Rp66 juta (lapisan 2)
Besaran pajak lapisan 1
5% x Rp60 juta - Rp3 juta
Besaran pajak lapisan 2
15% x Rp6 juta (sisa) = Rp900 ribu

Maka total pajak = Lapisan 1 + lapisan 2
Rp3 juta + Rp900 ribu = Rp3,9 juta

4. Gaji Rp15 juta/bulan atau Rp180 juta/tahun

Rp180 juta - Rp54 juta = Rp126 juta (lapisan 2)
Besaran pajak lapisan 1
5% x Rp60 juta = Rp3 juta
Besaran pajak lapisan 2
15% x Rp66 juta (sisa) = Rp9,9 juta

Maka total pajak = Rp3 juta + Rp9,9 juta = Rp12,9 juta.

Itulah tadi cara menghitung besaran pajak untuk kamu yang bergaji dari Rp5 juta sampai Rp15 juta per bulan. Mudah, kan? Untuk gaji diatasnya, kamu tinggal mengikuti alur seperti di atas.

Jadi misalnya gaji kamu dalam setahun, setelah dikurangi Rp54 juta (PTKP), sudah melewati Rp250 juta. Maka besaran pajak kamu akan ditotal dari tarif lapisan 1, 2, dan 3. Begitu pula apabila gaji per tahun kamu dikurangi PTKP sudah melewati Rp500 juta, maka total besarannya meliputi lapisan 1, lapisan 2, lapisan 3, dan lapisan 4.

Pemerintah mengklaim aturan baru ini berazaskan keadilan. Mereka yang bergaji kecil akan terlindungi, sedangkan yang bergaji besar akan diminta untuk lebih berkontribusi terhadap negara.

Yuk jadi warga negara yang taat pajak. Bayarlah sesuai ketentuan yang ada. Jangan lari dari kewajiban membayar pajak, agar tidak kena denda yang justru semakin memberatkanmu di kemudian hari nanti.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.