Ekonomi Melambat, Belanja Iklan Televisi Malah Agresif

Ekonomi Melambat, Belanja Iklan Televisi Malah Agresif
Ekonomi Melambat, Belanja Iklan Televisi Malah Agresif

Kondisi ekonomi Indonesia memang sedang melambat, namun hal ini nampaknya tak mempengaruhi para pelaku di industri tetap memasarkan produk dan jasa melalui iklan di televisi.

Belanja iklan para pelaku ritel online di televisi terbukti kian agresif demi meningkatkan brand awareness. Berdasar data Adstensity, belanja iklan televisi ritel online di kuartal I 2015 (Q1) sebesar Rp 199.297 miliar, kuartal II (Q2) naik menjadi Rp574.897 miliar dan tembus Rp 777.299 miliar pada kuartal III (Q3).

Sedangkan berdasar data resmi Nielsen Advertising pekan lalu, jumlah keseluruhan belanja iklan Q3 2015 tak tumbuhan setinggi tahun-tahun sebelumnya. Pada Q3 2015, belanja iklan naik 3% dibanding kuartal sama di tahun lalu, menjadi Rp29,1 triliun.

Sedangkan pada Q1 2015 sebesar Rp 25,4 triliun dan Q2 sebesar Rp 31,7 triliun. Total keseluruhan belanja iklan sejak Januari- September 2015 menembus Rp 86,2 triliun. Jika dibanding 2014, tahun ini terjadi penurunan belanja iklan yang signifikan.

Menurut siaran pers Nielsen, terutama pada kuartal kedua, dari 12% menjadi 6%. Beberapa hal yang mendorong pertumbuhan belanja iklan 2015 adalah iklan layanan online yang tumbuh 50% menjadi Rp2,3 triliun sejak Januari-September 2015.

Untuk produk susu tubuh 44% menjadi Rp 2,1 triliun, serta rokok kretek meningkat 30% menjadi 3,3 triliun. Dari total belanja iklan Rp 86,2 triliun, belanja iklan televisi sepanjang Januari-September 2015 mencapai Rp 62 triliun.

Pada periode tersebut, iklan televisi sebagian besar diserap tayangan hiburan (23%) dan serial (22%). Program hiburan terbesar berasal dari program Variety Show yang tayang sebanyak 3.664 jam dan program Talkshow yang tayang sebanyak 2.645 jam.

Jika dilihat dari pertumbuhan belanja iklan, Talent Search berdurasi total 2.341 jam berhasil meningkatkan nilai belanja iklan hingga 157%. Selanjutnya, diikuti kenaikan belanja iklan tayangan Game Show yang mencapai 100%.

Tayangan musik serta variety show masing-masing tumbuh 37%, talkshow naik 12%, dan reality show naik 9%. Direktur Media Nielsen Indonesia Hellen Katherina bilang, untuk tayangan dengan penyerapan belanja iklan yang mengalami penurunan adalah program komedi (60%) dan kuis (45%).