Hari Ini IHSG Masih Miliki Peluang Menguat

Hari Ini IHSG Masih Miliki Peluang Menguat
Hari Ini IHSG Masih Miliki Peluang Menguat

Pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (15/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil masuk zona hijau. Penguatan 0,56% berhasil membawa indeks ke level 4.740,73 dengan volume moderat.

Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp146,39 miliar ketika rupiah menguat cukup baik. Sedangkan untuk hari ini, indeks bergerak memiliki peluang bergerak bervariasi melanjutkan penguatan kemarin.

Indeks akan bergerak dua arah dan mencoba menguat di kisaran 4.690-4.800 seperti perdagangan kemarin yang bergerak mengikuti mayoritas bursa Asia. Sentimen dalam negeri akan menjadi penahan laju penguatan indeks saat mayoritas bursa Asia rebound cukup tinggi.

Sentimen dalam negeri ini termasuk aktivitas ekspor di Januari yang turun dan berkontraksi terhadap ekspektasi di level -20,72% dari -17,66% dengan ekspektasi -15,20%. Selain itu, ada nilai tukar rupiah yang menguat 0,82% berkat neraca perdagangan yang surplus US$51 juta.

Meski, data neraca perdagangan kemarin masih menunjukkan pelemahan baik dari sisi ekspor maupun impor. Dari sisi global, menurut Riset Ekonomi dan Industri PT Bank Central Asia Tbk (BCA), akan terjadi tren positif di tengah liburnya pasar Amerika Serikat dalam perayaan Hari Presiden.

Harga komoditas minyak juga telah berbalik menguat mengantisipasi pertemuan Rusia dan Arab Saudi untuk mendiskusikan produksi minyak mentah.

Mayoritas bursa Asia rebound di awal pekan berkat investor yang kembali menilai pelemahan ekuitas global ke pasar uang pekan lalu cukup berlebihan atau oversold. Selain itu, otoritas moneter di Eropa dan Jepang mengisyaratkan stimulus tambahan yang mungkin terjadi guna menopang ekonomi global tahun ini.

Bank Sentral Tiongkok juga kembali meningkatkan upaya memulihkan stabilitas mata uang dan perekonomiannya. Langkah yang diambil adalah untuk pemecah pernyataan depresiasi yuan yang tanpa batas.

Sebelumnya, depresiasi yuan belum menunjukkan hasil dikarenakan tingkat ekspor Tiongkok di Januari masih menurun di level -11,2% dari -1,4% pada periode yang sama tahun lalu. Sentimen selanjutnya yang ditunggu pelaku pasar adalah data FDI Tiongkok dan Machinery Orders di Jepang.

Untuk sentimen dalam negeri lainnya, pasar menanti data pertumbuhan pinjaman dan penjualan mobil dengan ekspektasi masih melambat.

MORE FROM MY SITE