Hore! Ada Bantuan Kepemilikan Rumah untuk Anak Muda

Bantuan KPR untuk Milenial
Bantuan KPR untuk Milenial

Di tahun ini, beberapa hasil survei properti menyatakan bahwa anak muda masa kini semakin sulit memiliki rumah. Hal ini lantaran laju kenaikan harga properti dan gaji para anak muda yang terpaut jauh. Namun, pemerintah baru saja memberi kabar baik.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah mengatakan bahwa anak muda berpenghasilan rendah (MBR) bisa menikmati kredit Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).

Salah satu keuntungannya, uang muka 1% dan bunga cicilan 5% yang berlaku tetap selama kredit. “Kami siapkan skema baru agar para milenial mudah memiliki rumah. Ingat, nilai uang akan menurun. Jadi, segera miliki rumah,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip Bisnis Indonesia.

Skema pembiayaan ini akan menjadi bagian skema bantuan pembiayaan perumahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri yang kini masih digodok pemerintah. Selama ini, pegawai pemerintah termasuk TNI-Polri tak bisa memanfaatkan bantuan pembiayaan FLPP karena ada batasan pendapatan maksimal Rp4-7 juta per bulan.

Akibatnya, pegawai negeri pun memilih KPR komersial nonsubsidi. Basuki juga mengatakan, skema baru tersebut tak akan membatasi besaran penghasilan per bulan. “Waktu berjalan cepat, jangan sampai saat pensiun belum punya rumah,” kata Basuki.

Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi anak muda di kawasan perkotaan yang memiliki harga lahan sangat tinggi, pembangunan rumah susun berkonsep transit oriented development (TOD) yang terintegrasi stasiun kereta adalah solusi lain.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan, dari 250 juta penduduk Indonesia, 60% berusia 15-64 tahun. Generasi muda usia 22-37 tahun sudah menjadi pasar properti sangat potensial karena menempati 34,45% populasi.

Karena itu, tak hanya pemerintah, pengembang properti pun mulai menggarap pasar anak muda dengan serius. Assistant Vice President Residential Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk Zaldy Wihardja mengatakan, konsumen muda harus didorong segera memiliki properti, baik untuk hunian maupun investasi.

Sebab, lahan di Indonesia sangat terbatas dan semakin menipis sehingga harga terus naik. “Walau banyak kendala, anak muda harus memaksakan diri membeli properti karena harganya terus naik akibat inflasi. Sebagai investasi, properti juga aman dan menguntungkan,” pungkas Zaldy.

Siap membeli rumah pertama?