Isi Asuransi Jiwa dengan Memperhatikan Hal Berikut

Isi Asuransi Jiwa dengan Memperhatikan Hal Berikut
Isi Asuransi Jiwa dengan Memperhatikan Hal Berikut

Asuransi jiwa adalah salah satu jenis asuransi wajib kamu miliki. Asuransi adalah bantalan untuk membantumu melalui situasi yang tak terduga. Sebelum menentukan pilihan produk asuransi, kamu harus benar-benar jeli memilihnya.

Besar premi, klaim dan rumah sakit rekanan adalah beberapa hal yang wajib kamu perhatikan. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan ketika mengisi formulir asuransi jiwa (SPAJ).

Salah mengisi, hal itu bisa berakibat fatal. Kesalahan fatal apa yang sering dilakukan nasabah asuransi jiwa? Simak berikut.

Tidak Mengisi Kolom Penerima Benefit

Sebenarnya, hal ini tidak mungkin terjadi meski tak mustahil terjadi juga. Dalam asuransi jiwa, kolom ini sama dengan surat wasiat. Bila kamu salah mengisi kolom ini, uang pertanggungan asuransi milikmu akan diberikan pada ahli waris keluarga yang ditentukan secara hukum.

Akibatnya, uang tersebut bisa jatuh ke tangan orang yang sebenarnya tidak diinginkan.

Tidak Menempatkan Penerima Benefit Cadangan

Seperti dilansir Detik, hanya menempatkan satu nama penerima benefit sebenarnya hampir sama dengan tidak taruh nama apapun. Mengapa? Misalnya, kamu menuliskan nama suami atau istri.

Pada suatu hari, kamu dan pasangan mengalami kecelakaan sehingga keduanya meninggal. Lalu, siapa yang akan menerima uang tersebut?

Tidak Menempatkan Nama Secara Spesifik

Kamu juga dilarang menuliskan 'istri saya' saja, atau 'anak' sebagai penerima benefit uang pertanggungan. Perusahaan asuransi butuh informasi secara jelas, rinci dan spesifik tentang siapa ahli waris yang dituju.

Dalam banyak kasus, bila kamu tak memiliki hubungan kepentingan asuransi (insurable interest), kamu tidak bisa mengalihkannya pada orang lain tanpa hubungan yang jelas.

Menggampangkan

Banyak orang cenderung menggampangkan proses mengisi kolom penerima benefit kematian, misalnya anak saja. Bagaimana jika kamu memiliki dua anak? Kamu harus lebih jelas menentukan nama anak.

Anak Belum Cakap Hukum

Bila umur anakmu belum dewasa secara hukum, kamu harus menentukan walinya. Sudahkah kamu menunjuk wali untuk anakmu? Sebaiknya, kamu tidak menggunakan nama pasangan sebagai wali.

Alasannya, bisa saja kamu dan pasangan mengalami hal-hal di luar prediksi.

MORE FROM MY SITE