Jadi Freelancer Bisa Survive Saat Pandemi? Ini Tip Ala Travel Blogger

Ilustrasi kreatif cari duit ala travel blogger
Ilustrasi kreatif cari duit ala travel blogger

Profesi freelancer merupakan pekerjaan penuh risiko, terutama saat pandemi seperti sekarang. Penghasilan yang tidak tetap membuat mereka harus mencari cara untuk keluar dari situasi “no job, no money”. Mau bagaimana lagi, sebab mitra kerja mereka juga mengalami situasi yang sulit.

Ini dialami oleh seorang freelancer bernama Kadek Arini. Sebagai seorang travel blogger dengan ratusan ribu followers di Instagram, Kadek sangat bergantung pada sektor pariwisata.

“Sejak pandemi, banyak kontrak khususnya pariwisata di-cancel. Apalagi aku orangnya milih-milih klien. Biasanya aku memang ambil kerjaan khusus pariwisata saja. Tapi, situasi seperti ini konten travel lagi tidak mengadakan kerjasama dengan konten kreator,” ujar Kadek saat bincang virtual dengan Smart-money.co, Senin (12/10).

Meski begitu, blogger yang menekuni dunia content creator sejak 2014 ini tidak tinggal diam. Ia mencari cara agar situasi pandemi tidak membuatnya kesulitan dalam hal keuangan. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan Kadek? Berikut tanya jawab lengkapnya.

Apa yang dilakukan Kadek untuk mempertahankan pendapatan selama pandemi?

Satu, dua bulan pertama, aku masih oke di rumah saja, karena selama ini aku selalu di luar jadi lebih banyak waktu di rumah. Tapi makin kesini aku mikir, kalau enggak bikin konten travel, mau enggak mau harus buat konten lain yang masih bisa dilakukan di rumah.

Akhirnya aku coba buat konten tanaman, dekorasi rumah. Nah, konten seperti itu membuka brand lain untuk masuk di luar tourism.

Selain itu, sudah dua tahun terakhir aku merinci pos-pos keuangan, di mana awalnya aku enggak mikir kesitu. Aku sadar dunia influencer yang bergantung dengan sosmed bukan jenis pekerjaan yang panjang.

Dari awal, aku punya expectation management. Misalnya, dalam sebulan aku dapat Rp 30 juta, bukan berarti bulan berikutnya aku dapat Rp 30 juta. Jadi, ketika Januari aku dapat Rp 30 juta, aku pukul rata di bulan berikutnya cuma dapat Rp 5 juta. Sisanya buat bonus saja.

Jadi pengeluaran pokoknya Rp 5 juta, misal di Februari dapat Rp 100 juta, mau Juni dapat lebih, pokoknya bottom line spend aku Rp 5 juta. Kalau ada lebih aku upgrade tools dengan membeli kamera, lensa, dan alat-alat pendukung buat aku ngeblog.

Bagaimana sih cara travel blogger mengatur keuangan saat pandemi?

Jadi, paling simple aku membagi pengeluaran menjadi 50:30:20, di mana 50 untuk living, 30 investasi, dan 20 untuk hiburan. Sebenarnya aku sudah mengetahui pembagian itu, di mana pentingnya dana darurat tapi tanpa perencanaan. Saat itu, aku belum tahu tentang investasi.

Akhirnya aku belajar dengan follow akun-akun financial planner dan baca postingan mereka. Di situ aku terbantu banget karena mereka mau berbagi ilmu. Terus aku bikin sendiri pos-pos keuangan aku supaya target bisa tercapai.

Intinya, dari kutipan financial planning itu adalah masalah tujuan keuangan. Misalnya, 10 tahun kemudian mau beli rumah atau apa? Jadi harus memilih investasinya di mana dan instrumen apa yang cocok.

Jenis investasi apa yang Kadek pilih?

Setiap bulan aku pasti nabung saham. Tapi kalau obligasi dan ORI, yang keluarnya bulanan dan ada yang tidak, aku jarang. Jadi, kalau setiap bulan aku menabung saham, salah satunya karena aku bukan tipikal high risk. Jadi aku enggak menyimpan banyak di saham meski rutin setiap bulan.

Tapi kalau obligasi, paling aku 3 bulan sekali untuk dikumpulin dulu. Misalnya, lagi ada ORI17 ini oke, aku beli dan itu aku terakhir beli ORI dan SBR. Terus alasan aku memilih investasi tadi, karena aku lihat pertama dari bunganya dan kebutuhan ke depan untuk beli apa.

Mengapa Kadek berinvestasi?

Sebelumnya aku diajak kerjasama IDX sekitar dua tahun lalu dan dapat kelas financial planning. Dari situ, pikiran aku terbuka kalau salah satu alasan utama investasi itu adalah inflasi. Kalau misalnya uang hanya ditabung, itu enggak bakal mengejar inflasi sedangkan inflasi setiap tahun semakin naik.

Nah, saat itu uang aku kebanyakan hanya simpan di tabungan dan itu kurang bagus untuk jangka panjang. Makanya aku mau belajar bagaimana supaya value tabungan aku tetap terjaga ke depannya.

Selain itu, pekerjaan freelance itu enggak pasti. Lalau terjadi apa-apa, jangan sampai masa produktif saat ini hilang begitu saja. Jadi selagi usia produktif kita investasi sekencang-kencangnya, sehingga di masa tua kita bisa memetik hasilnya.

Kiat survive untuk freelancer ala travel blogger

Nah, kamu sendiri bagaimana? Sudah mulai berinvestasi belum? Jangan ragu untuk memulainya, karena investasi sekarang gampang banget. Dengan adanya aplikasi Welma kamu bisa berinvestasi lewat HP, kapan saja dan di mana saja.

Yuk kenalan sama Welma.

Kamu juga bisa lebih mengetahui soal investasi dalam acara Smart Talk yang diadakan Welma dan Bakti BCA hari ini, 20 Oktober 2020 mulai pukul 19.00. Bincang santai bertajuk Investasi di Rumah Aja tersebut akan ditayangkan secara virtual lewat platform website Smart-money.co, akun Facebook Smart-money.co, akun Instagram @smartmoney_co, dan akun YouTube @Smartmoney Video.

Akan ada beragam hadiah berupa cashprize lho. Jadi, tunggu apa lagi, nonton kuy!

Konten Pemasaran

Tim Beritagar.id khusus untuk konten pemasaran