Jangan Anggap Remeh Urusan Persiapan Dana Pensiun

Dana Pensiun
Dana Pensiun

Topik pensiun memang kurang menarik bagi sebagian orang. Karena letaknya jauh di masa depan, banyak orang kemudian memilih menunda memikirkannya. Padahal, agar masa pensiun aman, perencanaan harus disusun sedini mungkin.

Mengutip CNBC, hasil survei Northwestern Mutuals 2018 Planning & Progress Study menyebut, 78% masyarakat Amerika Serikat (AS) tidak memiliki dana yang cukup untuk bekal pensiun.

Hasil survei lain dari Bankrate juga mengungkap, setidaknya 13% masyarakat AS malah mengurangi tabungan dana pensiun dengan alasan tidak menghasilkan imbal hasil positif. Alhasil, mereka merasa tak punya alasan menambah dana pensiun.

Sebagai pemuda yang cerdas, kamu harus bisa lebih bijak. Berikut pertimbangan untuk memastikan masa pensiun yang cerah seperti dikutip CNBC.

Mulai Sedini Mungkin

Meski masih muda, tak ada alasan untuk menunda memiliki rekening pensiun. Semakin muda memulainya, maka semakin baik. Sebab, semakin muda, maka semakin sedikit uang yang perlu kamu sisihkan untuk mendapat imbal hasil menarik.

Sebagai gambaran, di usia 23 tahun, kamu cukup menyisihkan US$14 (Rp200 ribu) per hari untuk menjadi miliarder di usia 67 tahun dengan asumsi imbal hasil 6% per tahun. Namun, bila memulai di usia 35 tahun, kamu perlu menyisihkan US$30 (Rp450 ribu) per hari untuk mencapai level miliarder di usia 67 tahun.

Otomatis

Agar lebih mudah, gunakan fitur autodebet bulanan. Kamu bisa memilih pengembangan dana pensiun pada pendapatan tetap, obligasi atau saham, tergantung tingkat pengetahuan dan kepercayaan diri yang kamu miliki pada instrumen investasi. Bila mungkin, tambah dana setiap satu periode evaluasi, misalnya tahunan.

Simpan Semua Bonus

Tiap tahun, kamu akan mendapat bonus dari perusahaan. Daripada menggunakannya untuk foya-foya, simpan saja di rekening itu. Bila perlu, pisahkan rekening operasional dengan rekening tabungan.