Jangan Panik Ketika Suku Bunga Terus Naik

Suku Bunga Acuan
Suku Bunga Acuan

Belakangan, kondisi ekonomi di Indonesia memang sedang bergejolak. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terus melemah. Terjadi pula defisit neraca pembayaran dan fluktuasi di pasar keuangan. Merespons kondisi ini, bank sentral pun menaikkan suku bunga acuan (7 days repo rate). Sebagai investor, sebaiknya kamu tidak panik.

Sebagai informasi, di periode Mei-Juli 2018, Bank Indonesia (BI) sudah tiga kali menaikkan bunga acuan dari 4,25% menjadi 5,25%. Saat ini, banyak pihak menilai era suku bunga murah sudah berakhir.

Sebagai investor atau pebisnis, kamu harus bisa mengambil langkah taktis. Pakar investasi J. V. Maverick pun memberikan saran seperti ditulisnya di Investopedia.

Investasi di Firma Broker

Broker biasanya mendapat uang dari bunga yang dibebankan pada klien. Saat suku bunga naik, mereka juga menaikkan suku bunga. Di AS, ketika The Fed (Bank Sentral AS) menaikkan suku bunga dari 1,25% menjadi 2,25% misalnya, beberapa broker online bisa menikmati kenaikan pendapatan hingga 38% dengan laba bersih naik 10%.

Refinancing dan Mengunci Suku Bunga Jangka Panjang

Bila punya cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan sistem bunga floating, segera konsultasi dengan bank. Kamu bisa mengajukan dan menghitung kemungkinan mengubah skema bunga. Bila memungkinkan, kunci suku bunga, misalnya mengunci suku bunga menjadi suku bunga pasar plus 1,5%.

Membeli Persediaan Barang

Untuk kamu yang berbisnis, segera minta bantuan bank atau pihak eksternal lain untuk memastikan persediaan barang produksi sebelum suku bunga kembali naik.

Investasi Saham Berbasis Teknologi

Dalam tren suku bunga naik, saham sektor teknologi biasanya memiliki kinerja baik. Sektor teknologi menawarkan imbal hasil tinggi dibanding indeks. Coba perhatikan beberapa saham seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) atau PT Indosat Tbk (ISAT).

Investasi Jangka Pendek atau Obligasi Bunga Mengambang

Saat suku bunga naik, instrumen tersebut biasanya menawarkan imbal hasil lebih menarik. Khusus investasi obligasi korporasi, perhatikan faktor fundamental perusahaan dan peringkat obligasi. Reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang juga bisa jadi pilihan.

Jual Aset

Bila punya beberapa properti tak terpakai, kamu bisa menjualnya sekarang sebelum suku bunga terus naik. Pembeli pasti akan berpikir untuk membeli sebelum suku bunga terus naik. Demikian, mereka juga melakukan negosiasi dengan bank terkait suku bunga mengambang.

Membeli atau Investasi Real Estate

Terkait poin sebelumnya, bila kamu ingin membeli properti, ini saat yang tepat.