Kebutuhan Uang Tunai Ramadan & Idulfitri 2016 Alami Lonjakan

Kebutuhan Uang Tunai Ramadan & Idulfitri 2016 Alami Lonjakan
Kebutuhan Uang Tunai Ramadan & Idulfitri 2016 Alami Lonjakan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa kebutuhan uang tunai di Ramadan dan Idulfitri tahun ini akan mengalami lonjakan. Bank sentral memperkirakan kebutuhan uang tunai tahun ini mencapai Rp 160,4 triliun, lebih besar dari tahun lalu yang mencapai Rp 140 triliun.

"Di siklus peredaran uang, ini tertinggi dalam 9 tahun dengan pertumbuhan mencapai 14,7%," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi. Kenaikan proyeksi ini dipengaruhi pembayaran gaji ke-13 dan ke-14 untuk PNS/TNI/Polri serta jumlah hari libur yang lebih banyak dibanding tahun lalu.

Selain itu, pelaksanaan libur Ramadan tahun ini bertepatan periode libur sekolah serta penambahan titik dan frekuensi penukaran baik oleh BI maupun perbankan. Suhaedi bilang, hampir seluruh uang yang disediakan BI untuk Ramadan dan Idulfitri tahun ini adalah uang baru.

"Sebanyak 90% uang yang diedarkan adalah uang dengan kategori Hasil Cetak Sempurna (HCS) dengan proyeksi outflow diperkirakan didominasi uang pecahan besar Rp 20 ribu ke atas atau akan mencapai 92% dari total outflow," katanya.

Sedangkan sisa 8% merupakan pecahan kecil yakni Rp 10 ribu ke bawah.