Ketahui Biaya dan Pajak Ketika Membeli Rumah

Membeli Rumah Baru
Membeli Rumah Baru

Kredit pemilikan rumah (KPR) seolah menjadi solusi pilihan banyak orang untuk membeli rumah. Sebelum mengambil KPR, ada baiknya kamu mengetahui biaya dan pajak yang menyertai pembelian rumah.

Apalagi, sejak April 2018, Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sampai 150 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Kenaikan suku bunga acuan ini tentu akan memengaruhi suku bunga pinjaman perbankan.

Selain memperhatikan hal tersebut, Vice Chairman Konsultan Properti ANAROCK Santhosh Kumar juga menjelaskan poin-poin penting lain dalam struktur harga rumah.

Biaya Pokok Pembangunan Rumah

Biaya dasar pembangunan rumah ini meliputi harga pembebasan tanah per meter persegi. Biaya-biaya seperti lahan parkir, pembangunan infrastruktur seperti air dan listrik, perawatan serta hal-hal dasar lain juga masuk biaya pokok ini.

Pajak Selama Proses Pembangunan

Segala macam pajak juga akan dibebankan kepada kamu. Biasanya, beban yang kamu tanggung adalah pajak pembangunan dan konstruksi dengan total pajak sekitar 20% dari total harga rumah.

Biaya Broker

Sebagian besar orang menggunakan jasa broker dalam mencari rumah. Mengapa? Antara pembeli dan penjual juga harus melakukan negosiasi. Mereka biasanya lebih paham dan lebih piawai melakukan negosiasi.

"Broker biasanya akan membebankan biaya tersebut pada klien. Biaya yang kamu bayar biasanya tergantung besar harga total properti," ungkap CEO ART Arvind Hali, sebuah lembaga keuangan yang khusus membantu pembiayaan perumahan.

Bagi pembeli rumah pertama, Arvind menyarankan agar kamu lebih jeli dan pandai menghitung serta memprediksi besar jumlah biaya broker tersebut.

Pajak Properti dan Bangunan

Harga rumah yang ditawarkan pengembang biasanya belum menyertakan pajak perumahan. Besar pajak ini biasanya meliputi besar lahan dan bangunan yang dibangun. Besarannya tergantung banyak hal, seperti lokasi tanah, nilai bangunan dan lainnya.

Asuransi Perumahan

"Asuransi perumahan ini tidak wajib. Namun, beberapa perbankan biasanya langsung menggabungkannya dalam proses pembiayaan," lanjut Arvind seperti dikutip moneycontrol.

Asuransi properti (harta benda) penting bagi kamu. Kamu bisa mengurangi berbagai risiko seperti kebakaran atau bencana alam yang mungkin terjadi di wilayah propertimu. Kamu juga harus memastikan bahwa asuransi properti berbeda dengan asuransi kredit maupun asuransi jiwa kredit yang ada di perbankan.

Asuransi kredit akan melindungi kamu dari ketidakpastian selama masa pembiayaan.

Biaya Lain

Selain biaya-biaya yang pasti, Arvind juga menambahkan bahwa selama proses pembiayaan, kamu bisa dikenakan biaya lain. Biaya-biaya tersebut seperti biaya pengesahan hukum atau biaya pengurusan dokumen yang besarannya tergantung pada masing-masing perbankan.