Kiat Siasati Perbedaan Kurs Mata Uang Selama Liburan

Mohammad B Teguh
Mohammad B Teguh

Liburan sudah seperti kebiasaan bagi warga Indonesia ketika memasuki akhir tahun. Bila tahun ini kamu memutuskan untuk liburan ke luar negeri, kamu harus cerdas dalam mengelola keuangan kamu karena adanya perbedaan nilai mata uang.

Perencana Keuangan Mohammad B. Teguh menyebut, hal penting pertama yang perlu kamu perhatikan adalah layanan kartu debit dan kredit dari bank penerbit. Teguh meminta kamu memastikan bahwa kartu tersebut diterima di negara tujuan wisata.

"Setelah itu, perhatikan kesediaan mata uang tersebut. Misalnya, tahun ini ingin liburan ke Turki dengan mata uang Lira. Di Indonesia, Lira termasuk salah satu mata uang yang jarang ada," kata Teguh.

Karena itu, bila kamu ingin pergi ke Turki, Teguh menyarankan menukarkan uang tersebut ke mata uang yang relatif bisa diterima dan ada di seluruh negara seperti Dollar Amerika Serikat, Yen Jepang atau Euro.

Sesampainya di Turki, kamu bisa menukarkan mata uang tersebut ke mata uang lokal. "Memang terkena risiko kurs dua kali karena tidak ada cara lain," tambahnya.

Langkah selanjutnya, Teguh menyarankan untuk langsung melakukan penarikan tunai melalui mesin ATM di negara tujuan. Menarik uang tunai via ATM di luar negeri memang akan membuat kamu terbebani dua biaya, biaya kurs dan biaya penarikan.

Namun, persaingan antarperbankan yang kini semakin kompetitif membuat selisih kurs dan biaya tersebut relatif tidak terlalu besar. "Jangan menarik uang dengan nominal kecil, sekalian saja biar tidak berulang kali," papar dia.

Bagaimana dengan menarik uang di money changer?

"Rata-rata nilai tukarnya berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, terutama di bandara. Seringkali, sekarang juga money changer menawarkan nilai tukar yang lebih mahal dibanding perbankan," pungkasnya.