Mengukur Untung Rugi Berinvestasi Obligasi (1)

Mengukur Untung Rugi Berinvestasi Obligasi (1)
Mengukur Untung Rugi Berinvestasi Obligasi (1)

Pernah mendengar obligasi? Obligasi sering disebut surat utang atau surat kesanggupan membayar yang dikeluarkan negara atau suatu lembaga untuk membayar utangnya pada waktu yang telah ditentukan.

Ada beberapa pihak yang dapat mengeluarkan obligasi. Obligasi dari pemerintah sering disebut Surat Utang Negara (SUN). Kementerian Keuangan mengeluarkan SUN atas nama pemerintah dan bisa berdenominasi Rupiah, Dollar AS atau Yen (Samurai Bonds).

Pemerintah juga mengeluarkan Obligasi Republik Indonesia (ORI) yang lebih menyasar investor ritel. Bila dikeluarkan dengan skema syariah, ini disebut sukuk. Di negara lain, pemerintah daerah (Pemda) juga diperbolehkan mengeluarkan obligasi.

Sedangkan di Indonesia sedang dalam tahap kajian. Selain pemerintah, perusahaan juga bisa menjadi pihak penerbit obligasi. Lembaga keuangan seperti bank, dan pembiayaan sering menjadi pihak yang mengeluarkan obligasi.

Obligasi yang dikeluarkan suatu perusahaan sering disebut obligasi korporasi. Jangka waktunya bisa beragam. Paling sering, jangka pembiayaan obligasi adalah lima tahun. Di bawah lima tahun, pasar keuangan sering menyebutnya sebagai medium term notes (MTN) yang berjangka tiga tahun.

Obligasi yang dikeluarkan pemerintah sering berjangka panjang, dari 10-30 tahun. Obligasi dengan jangka 10 tahun sering menjadi acuan (benchmark) di pasar obligasi. Lalu, bagaimana cara mendapat keuntungan?

Tiap tahun, pemerintah atau korporasi mengumumkan tingkat suku bunga yang ditawarkan pada investor. Artinya, bila kamu sepakat membeli obligasi tersebut, kamu akan mendapat bunga.

Bunga atau imbal hasil akan dibayarkan tiap periode, bisa tiga atau enam bulan. Pada saat jatuh tempo, mereka akan mengembalikan dana milikmu secara penuh. Selain suku bunga dan tenor, kamu juga harus memperhatikan peringkat (rating) dari penerbit obligasi tersebut.

Obligasi yang diterbitkan negara, biasanya lebih aman karena dijamin pemerintah. Semakin tinggi status investment grade yang diberikan lembaga pemeringkat, obligasi semakin terjamin.

Peringkat obligasi korporat juga harus diperhatikan. Di dalam negeri, rating Pefindo adalah syarat minimal. Beberapa lembaga pemeringkatan lain yang bisa kamu lihat adalah Standard & Poors dan Moodys.

Lalu, bisakah menjual kembali obligasi sebelum jatuh tempo? Bisa. Setelah masa holding period, kamu bisa menjualnya. SUN bisa kamu jual kembali pada bank yang menjadi agen penyalur.

Di pasar keuangan, ada juga pasar sekunder yang khusus untuk jual beli obligasi. Makin banyak investor mencari satu atau beberapa jenis obligasi, suku bunga (yield) akan naik. Namun sebaliknya, bila obligasi jarang ditransaksikan atau peringkatnya turun, harganya akan jatuh.

Bila imbal hasil naik, kamu bisa mendapat keuntungan tambahan dari bunga yang sudah kamu peroleh selama memiliki obligasi tersebut dan selisih harga obligasi di pasar sekunder.

Berlanjut ke bagian kedua.