Merasa Punya Duit, Cek Pakai Cara Ini Biar Tahu Benar Apa Enggak

Senang karena punya uang banyak.
Senang karena punya uang banyak.

Sudahkah kamu melakukan financial check up? Tahukah kamu kalau di saat pandemi seperti sekarang hal itu sangat penting dilakukan?

Nah, sebelum bahas alasannya, pertama kamu perlu kenalan dulu apa itu financial check up. Simpelnya, kalau medical check up itu pemeriksaan kondisi kesehatan, nah kalau ini pemeriksaan kondisi keuangan.

Sama halnya dengan medical check up, banyak orang masih meremehkan financial check up. Padahal keduanya saling terkait, lho.

Kesehatan yang buruk pasti bikin kamu harus mengeluarkan uang ekstra untuk mengobatinya. Begitu pula dengan keuangan yang berantakan, bisa meningkatkan kadar stres dan memengaruhi kondisi kesehatan kamu.

Jadi idealnya, seperti check up kesehatan, check up keuangan pun setidaknya harus dilakukan setahun sekali. Yang dicek itu meliputi rasio keuangan dasar seperti perbandingan harta dan utang, rasio aset lancar, dan rasio menabung.

Apa Benar Cukup Sekali Setahun?

Meski minimum cuma sekali setahun, tapi ada situasi dan kondisi tertentu yang membuat kita harus harus meng-update financial check up.

Dilansir dari The Balance, kondisi tertentu yang dimaksud seperti pada saat ingin mengambil cicilan besar (KPR, KKB, dan semacamnya); saat mendapat penghasilan tambahan (kerjaan sampingan, pemasukan sewa aset, bisnis); atau saat ada pengeluaran luar biasa (kejadian tak terduga seperti pandemi, menikah, melahirkan, dan lain-lain).

Lalu Apa yang Kita Lakukan Saat Mengecek Kondisi Keuangan?

Nah ini yang menarik. Dikutip dari Forbes, Perencana Keuangan Robert Farrington merangkum ada dua hal yang perlu kamu lakukan. Pertama tetap tenang pada kondisi apapun. Kedua, tetap fokus pada tujuan.

Menurut Farrington, kita cenderung panik saat mengalami kondisi di luar dugaan. Pada akhirnya kita cenderung mengambil kebijakan kurang tepat dan berujung pada berantakannya keuangan.

So, like the old man says: keep calm and focus. Tapi nih, Guys. Tetap tenang dan fokus juga kadang menjebak kita pada pemikiran: Ah, saya punya duit kok.

Padahal belum tentu lho perasaan punya uang itu faktanya memang benar-benar cukup atau tidak. Nah, hal inilah yang harus ditegaskan. Benar enggak kamu memang punya uang yang cukup.

Cara Hitungnya Bagaimana?

Kita bisa pakai rumus penghasilan dikurang pengeluaran. Sudah pernah melakukannya? Nah lakukan lagi karena memang evaluasi berkala itu penting.

Alasannya simpel. Keadaan itu berubah terus. Artinya, perencanaan juga harus ikutan menyesuaikan. Lakukan perencanaan ulang pengeluaran sesuai kondisi saat ini. Lakukan perubahan pengeluaran kalau memang diperlukan.

Misalnya, dulu kamu enggak pernah ada anggaran vitamin. Sekarang masukkan. Lalu hilangkan yang lain untuk menggantikannya, misalnya anggaran arisan, nongkrong di kafe, anggaran nonton pertandingan atau nonton di bioskop. Tunda dulu.

Jadi, jangan pasrah, Bro. Jangan merasa enggak apa-apa uang kamu cuma cukup untuk makan. Coba terapkan metode mengolah keuangan.

Pakai salah satu metode favorit, misalnya 40, 30, 20, 10. Bagi penghasilanmu menjadi 40 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk cicilan dan tagihan, 20 persen investasi dan dana darurat, serta 10 persen asuransi.

Cek dengan pembagian tadi, benar enggak kita punya duit? Kalau untuk kebutuhan utama saja kita masih kurang, maka mohon maaf nih, ternyata kamu belum cukup punya duit.

Pasalnya, seenggaknya kamu harus punya simpanan dan jaminan di masa yang akan datang. Simpanan itu bisa berupa investasi, dana darurat, ataupun aset. Kepemilikan asuransi pun memegang peran besar untuk menjamin sesuatu yang di luar prediksi. Sebab tanpa asuransi, pengeluaran tak terdugamu tentu saja akan membuat kondisi keuangan berantakan.

So, langkah awal apa yang bisa kita lakukan setelah financial check up? Segeralah menabung dan berinvestasi. Kamu bisa melatih disiplin mengolah uang dengan tabungan berencana. Cobalah Tahapan Berjangka di BCA.

Kenapa BCA? Soalnya setoran awalnya ringan banget, mulai Rp500 ribu per bulan. Sudah begitu suku bunganya juga di atas tabungan reguler. Malahan saat kamu punya uang lebih, bebas tambah dana sewaktu-waktu di luar setoran bulanan.

Buat cek saldo juga tinggal manfaatkan fasilitas e-statement via KlikBCA. Enaknya lagi, semua itu bisa kamu lakukan #diRumahAja. Klik di sini untuk lihat cara buka Tahapan Berjangka BCA di KlikBCA.

Gampang, kan? Yang penting, pastikan dulu sudah aktif fitur finansialnya ya.

Aktivasi KlikBCA kamu di sini.