New Normal Punya 3 Rekening Kayak Orang Sukses, Berani?

Ilustrasi
Ilustrasi

Kalau cinta sebaiknya memang cuma ada satu. Tapi kalau rekening? Bolehlah lebih. Setuju enggak sama pemikiran ini?

Ya enggak perlu debat sana-sini juga buat cari jawabannya. Karena memang jawabannya itu terserah kamu.

Tapi yang jelas, rekening lebih dari satu itu memang boleh banget kok. Malahan orang-orang sukses di luar sana banyak yang menerapkan strategi pemisahan rekening ini.

Lagian pemisahan rekening bukan karena duitnya kebanyakan lalu sampai tumpah-tumpah. Bukan juga karena rekeningnya enggak cukup lagi buat nampung duitnya.

Pemisahan ini mereka lakukan sebagai suatu strategi biar uangnya jelas dan punya tujuan. Selain itu, dengan rekening yang dipisah, mereka juga jadi lebih gampang mengelola aset dan keuangannya. Pokoknya banyak keuntungannya deh.

Tapi mengelola rekening jangan asal-asalan lho. Seperti kata Penasihat Keuangan Farah Dini Novita, memiliki rekening lebih dari satu memang boleh-boleh saja, asalkan kita bisa mengaturnya.

Masalahnya begini. Sebagian besar generasi milenial telah memasuki usia produktif. Mereka bekerja, mencari uang, dan bisa dikatakan telah independen secara keuangan. Sebagian dari generasi ini pun sebenarnya tergolong sudah mandiri.

Sayangnya, dalam mengatur kemandirian finansial, generasi ini masih sering melakukan kesalahan. Termasuk saat memutuskan membuat rekening lebih dari satu.

Mereka cenderung tak mengatur penggunaan tiap-tiap rekening. Jadi, rekening mana yang ada uangnya, mereka akan pakai dan habiskan.

Dini menyarankan, ada baiknya memisahkan peruntukan tiap rekening. Misalnya, ada rekening untuk dana darurat, rekening khusus untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan baiknya ada juga rekening yang digunakan untuk menabung demi keperluan jangka pendek.

"Jadi kebutuhan sehari-hari hanya boleh mengambil dari rekening khusus kebutuhan sehari-hari saja," kata Dini.

Malahan bila memungkinkan, tidak ada salahnya juga menyiapkan rekening khusus untuk menyimpan dana pensiun. Ini dia yang juga kerap luput dari perhatian generasi milenial.

Perencana Keuangan Pandji Harsanto juga sependapat. Menurutnya, dalam mengelola keuangan, konsep pertama adalah memiliki dan memisahkan rekening untuk simpanan dan tabungan.

Rekening simpanan itu dana yang kamu perlukan untuk kepentingan harian. Dana ini biasa tersimpan di payroll penghasilan. Sedangkan rekening tabungan itu dana darurat untuk kebutuhan jangka pendek.

Biar lebih gampang, simak tips membuat peruntukkan rekening berikut yuk.

Rekening Dana Darurat

Dana darurat diletakkan di luar simpanan. Bila belum menikah, besar dana ini setidaknya tiga bulan pengeluaran bulanan. Namun, bila sudah menikah dan memiliki pasangan, naikkan besar dana menjadi enam kali pengeluaran bulanan.

Pastikan pula dana darurat disimpan di rekening yang mudah diakses. Sehingga ketika kamu butuh sewaktu-waktu, kamu bisa menggunakannya. Ingat, bila terpaksa harus menggunakan rekening ini, jangan lupa mengisinya kembali. Penggunaan dana darurat hanya untuk kepentingan tertentu saja.

Rekening Harian

Jajan pakai rekening harian aja.

Sesuai namanya, rekening ini bisa digunakan untuk memenuhi keperluan sehari-harimu. Termasuk untuk keperluan hiburan. Misalnya untuk nonton, kulineran, dan lain-lain. Cuma karena lagi pandemi kaya sekarang, bisa disimpan dulu kali ya.

Rekening Masa Depan

Rekening ini akan membantumu mewujudkan keinginanmu di masa depan. Setelah kamu menyisihkan dana bulanan, simpanan, dana darurat serta hiburan, sisihkan penghasilan untuk rekening ini.

Judulnya bebas. Bisa untuk menikah, jalan-jalan keliling Eropa, beli rumah, kuliah lagi di luar negeri, dan lain-lain.

Nah, kalau takut kamu khilaf dan malah mengambil uang dari rekening ini, ada satu solusi nih. Caranya yaitu dengan memanfaatkan tabungan berencana.

Sudah coba Tahapan Berjangka di BCA? Coba deh.

Kenapa di BCA? Karena setoran awalnya ringan banget, mulai Rp500 ribu per bulan. Sudah begitu suku bunganya juga di atas tabungan reguler.

Malahan saat kamu punya uang lebih, bebas tambah dana sewaktu-waktu di luar setoran bulanan.

Buat cek saldo, kamu juga tinggal manfaatkan fasilitas e-statement via KlikBCA. Enaknya lagi, semua itu bisa kamu lakukan #diRumahAja.

Klik di sini untuk lihat cara buka Tahapan Berjangka BCA di KlikBCA.

Tapi sebelumnya pastikan sudah aktif fitur finansialnya ya. Aktivasi KlikBCA kamu di sini.

Investasi

Sebenarnya ada satu lagi jenis rekening yang disukai orang sukses, yakni rekening untuk investasi. Nah investasi itu sendiri ada banyak. Salah satunya investasi saham.

Untuk mulai berinvestasi saham, kamu perlu membuat rekening dana nasabah dulu. Klik Rekening Dana Nasabah BCA.

Sementara kalau tertarik dengan investasi lain seperti obligasi, reksa dana, dan lain-lain, klik di sini.