Nikah di Tengah Pandemi, Hati-hati dengan Blunder Finansial Ini

Ilustrasi
Ilustrasi

Adanya pandemi sempat membuat banyak pasangan menunda pernikahannya. Namun tak sedikit juga yang akhirnya tetap menggelar pernikahan walaupun tak mengadakan pesta karena protokol kesehatan.

Jika kamu salah satunya, tak perlu bersedih berlebihan ya. Yang paling penting kan kelancaran pernikahannya.

Lagipula banyak orang salah paham menganggap menikah adalah akhir dari sebuah tujuan. Padahal menikah kan awal dari perjalanan baru.

Karena kesalahpahaman itu, banyak yang cuma fokus pada kebutuhan finansial untuk menikah saja. Mereka tidak memikirkan kebutuhan setelahnya. Akibatnya, enggak sedikit deh yang memulai hidup bersama dengan utang.

Ingat, menikah itu menyatukan pemikiran antara suami dan istri. Kamu berdua harus punya visi bersama, termasuk soal finansial. Jangan sampai deh gara-gara perbedaan karakter dalam mengurus uang malah memicu terjadinya perselisihan.

Nah, tahukah kamu, mengutip data perceraian yang dihimpun Lokadata.id, hampir 30 persen perceraian itu disebabkan masalah ekonomi. Masalah ekonomi ini ada banyak banget. Salah satunya soal keterbukaan yang masih minim antara masing-masing pasangan.

Nah lho, kok bisa sih enggak saling terbuka soal duit. Maka dari itu, untuk kamu yang mau melangsungkan pernikahan, terbukalah dulu pada pasanganmu soal finansial.

Jangan sampai terjebak dalam blunder finansial. Apalagi kalau kamu menikahnya di tengah pandemi seperti sekarang.

Penasaran dengan blunder apa saja yang dimaksud? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Latar Belakang Finansial Palsu

Yah yang namanya pacaran, pasti ada saja deh yang ditutup-tutupin. Bilang punya harta seginilah, punya tabungan segitulah. Padahal faktanya, semua hasil pinjam atau malah enggak ada sama sekali.

Tips buat kamu, jangan deh memalsukan latar belakang finansial. Kalau memang gaji kamu cuma Rp5 juta, bilang Rp5 juta. Berikan komitmen kalau kamu tetap berusaha mendapatkan lebih dari itu.

Kamu juga enggak perlu malu untuk tanya gaji calon suami atau istri. Jangan takut dibilang matre. Sebab penting banget untuk menjamin keterbukaan. Selain gaji, ceritalah soal utang-utang kamu. Jangan setelah menikah kamu baru jujur.

Nah, saat sudah jujur dan pasangan kamu tetap cinta, ini baru mantap namanya. Bersyukurlah kamu mendapatkan dia.

2. Punya Tujuan Finansial yang Tak Sejalan

Akar pertengkaran biasanya juga muncul karena perbedaan pendapat soal tujuan finansial. Misalnya, suami maunya kontrak dulu, sedangkan istri pilih menumpang dulu dengan orangtua karena dana untuk kontrakan terkesan dipaksakan.

Contoh lain suami ingin ikut asuransi, istri merasa tak perlu; suami ingin jual tanah warisan, istri ingin tanah jadi aset bisnis, dan lain-lain.

Untuk itu, ajaklah pasangan berdiskusi mengenai rencana-rencana atau tujuan keuangan, agar memiliki arah yang sama. Tambah pengetahuan kamu berdua akan pentingnya investasi.

Klik di sini untuk solusi investasi terbaik.

3. Semua Terserah Suami atau Semua Diatur Istri

Dua hal ini sangat salah. Buat apa kalian menikah kalau mengatur uang sendiri-sendiri? Beban tanggung jawab finansial itu jelas harus dipikul berdua. Kalaupun suami kerja dan istri di rumah, pengelolaan uang harus jadi pembicaraan bersama.

Hindari kalimat: “Ke mana saja uangnya?; Kok sudah habis?; Yang kemarin sudah habis lagi?; dan lain-lain”

Maka dari itu, agar semua tercatat, manfaatkan pencatatan keuangan secara digital. Gunakan tabungan agar arus kasnya terekam dengan baik. Gunakan rekening berbeda dalam setiap kebutuhan.

Buka rekening baru sekarang gampang kok. Tinggal download aplikasi BCA mobile, pilih Buka Rekening Baru, isi data diri, verifikasi via video call dengan customer service, lakukan setoran awal lewat transfer, selesai deh. Kamu sudah punya rekening baru.

Klik di sini untuk panduan buka rekening baru.

Dari situ, mau bikin simpanan rutin agar semua rencanamu terkabul juga bisa. Manfaatkan saja Tahapan Berjangka di BCA. Klik di sini, Tahapan Berjangka bisa mewujudkan mimpimu berdua.

Tapi pastikan dulu kamu sudah aktivasi finansial KlikBCA.

Klik di sini untuk panduannya.

4. Memiliki Uang Simpanan Rahasia

Nah, blunder terbesar terakhir adalah punya uang simpanan rahasia. Duh, jangan pernah sekalipun ya.

Sudah bukan rahasia lagi kalau hal yang satu ini kerap jadi bahan percekcokan dalam rumah tangga. Memiliki dana tabungan yang sifatnya rahasia untuk tujuan keuangan yang rahasia pula jelas bukan hal yang tepat.

Ingat, kebohongan finansial akan tercium juga suatu hari nanti. Hal ini bisa memicu pertengkaran hebat, terutama soal uang.

Lagipula, buatlah rencanamu berdua. Tak perlu ada rahasia. Dengan begitu, mengumpulkannya akan jadi lebih gampang kok.

Bagaimana? Siap jalin hidup berdua tanpa rahasia? Siap bikin rencana berdua?

Klik di sini untuk solusi supaya rencana tak sekadar wacana.