Panduan Cara Menimbang Risiko Reksa Dana

Panduan Cara Menimbang Risiko Reksa Dana
Panduan Cara Menimbang Risiko Reksa Dana

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja positif sepanjang 2017 ini. Hasil positif tersebut membuat imbal hasil reksa dana bisa tumbuh maksimal. Bila kamu memutuskan masuk reksa dana, selain tujuan keuangan, faktor-faktor ini perlu kamu lihat.

Senior Research & Investment Analyst PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyebut, dalam menentukan risiko kamu perlu memperhatikan total risiko. Risiko ini adalah gabungan antara risiko sistematis dan risiko nonsistematis.

"Semakin besar risiko total, maka semakin besar pula risiko naik turunnya harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana yang akan dialami investor," sebut Wawan dalam laman Infovesta.

Ketika kamu ingin mengatakan suatu reksa dana lebih berisiko dibanding reksa dana lain, lanjut Wawan, kamu harus melihat persentase kenaikan atau penurunan harga reksa dana tersebut.

Karena itu, bila kamu hanya melihat satuan absolut perubahan harganya, maka kamu salah strategi. Berdasarkan hal tersebut, Wawan melanjutkan, total risiko berdasarkan gaya pengelolaan Manajer Investasi (MI) dibedakan menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama adalah reksa dana agresif. MI mengelola reksa dana saham dengan agresif sehingga memiliki risiko penurunan harga yang lebih besar dibanding IHSG.

Gaya kedua adalah reksa dana indeks. MI mengelola investasi reksa dana saham secara moderat atau cenderung mengikuti indeks agar risiko penurunan harga serupa IHSG.

Gaya ketiga adalah rekda dana defensif. Gaya ini berlawanan arah pergerakan investasi pada umumnya agar menghasilkan risiko penurunan harga lebih kecil dibanding total risiko IHSG.

Apa untung ruginya?

Biasanya, dalam kondisi pasar saham sedang naik tinggi (bullish), jenis reksa dana yang memiliki peluang untuk memberi imbal hasil paling baik adalah jenis reksa dana agresif. Sementara saat kondisi pasar saham sedang bergerak datar tidak menentu (flat), maka reksa dana indeks berpotensi memberi kinerja paling baik.

Sementara saat pasar saham sedang bergerak menurun (bearish), umumnya reksa dana defensif menunjukkan kinerja lebih baik.

Jadi, selalu ingat untuk disiplin dan seimbangkan reksa dana milikmu dengan tujuan keuanganmu.