Panduan Lakukan Alokasi Anggaran Penting untuk Pernikahan

Panduan Lakukan Alokasi Anggaran Penting untuk Pernikahan
Panduan Lakukan Alokasi Anggaran Penting untuk Pernikahan

Agar tidak memberatkan, perencanaan anggaran menjadi penting. Tak terkecuali kala kamu akan melangsungkan pesta pernikahan. Ada banyak faktor memengaruhi biaya pernikahan. Namun, menjaganya agar tidak memberatkan tentu bukan perkara mudah.

Laman pernikahan Bridestory menyebut, dengan tamu kurang dari 50 orang, kamu perlu menyiapkan biaya pernikahan sebesar Rp25-40 juta.

Tamu 50-100 tamu biaya Rp30-70 juta, tamu 101-300 biaya Rp70-150 juta, tamu 301-500 biaya Rp150-300 juta, tamu 501-1000 biaya Rp250-600 juta dan bila undangan di atas 1.000 orang, biaya bisa mencapai Rp600 juta.

Belum lagi, pernikahan juga melibatkan orang tua mempelai. Karena itu, butuh perencanaan matang agar pengeluaran tetap terkendali. Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah merumuskan anggaran pernikahan dan mengetahui sumber atau besar dana.

Pernikahan modern biasanya murni menggunakan anggaran dari kedua calon pengantin. Namun, bila masih mengusung nilai tradisional, umumnya kedua orangtua yang berperan besar.

Di adat Jawa, orang tua pengantin perempuan yang membiayai seluruh atau sebagian besar pernikahan. Bila orang tua pengantin laki-laki juga ingin mengadakan pesta, bisa melalui pesta pernikahan kedua kali bernama ngunduh mantu.

Lalu, dari mana anggaran pernikahan bisa terkumpul? Seperti dikutip Detik, anggaran pernikahan bisa dikumpulkan dari poin-poin berikut.

Gaji Bulanan
Sisihkan setidaknya 5%-10% dari gaji bulanan untuk menabung biaya pernikahan. Kamu bisa menyimpan uang itu di tabungan yang cukup rumit untuk diakses seperti tabungan berjangka atau reksa dana pendapatan tetap.

Bonus Tahunan
Jangan segera habiskan bonus tahunan hanya untuk bersenang-senang. Bonus tahunan adalah kesempatan menambah tabungan pernikahan. Agar tidak tergoda, langsung sisihkan ke rekening tersendiri.

Diskusikan dengan Orangtua
Jika orangtua ingin menyumbang atau berpartisipasi, hitung dengan spesifik besar sumbangannya. Makin besar peran orangtua, makin besar pula campur tangan mereka. Tentu ini akan menjadi masalah bila kamu ingin merumuskan konsep sendiri.

Kamu bisa memilih antara pesta sederhana namun bebas campur tangan orang tua, atau pesta mewah dengan konsep orang tua dan banyak undangan dari orang tua. Jika pernikahan bukan pernikahan pertama, umumnya pesta akan lebih sederhana.

Pada pernikahan kedua ini, calon mempelai tak mementingkan pesta, melainkan esensi dari pernikahan itu sendiri. Kamu harus mengingat bahwa tujuan keuangan untuk pernikahan berbeda dengan tujuan lain dari segi caranya.

Untuk kebutuhan lain, kamu bisa mengejar angka. Misalnya membeli rumah seharga Rp800 juta. Kamu bisa memanfaatkan tabungan atau aset untuk mengejar mimpi itu. Namun, tidak dengan pernikahan.

Bila tanggal pernikahan sudah ditentukan, kamu hanya memiliki sedikit waktu menambah tabungan. Karena sifat pesta pernikahan bukan produktif, hindari berutang. Jangan pula terlalu berharap dari amplop undangan.

Sebab, biasanya, uang dari amplop hanya bisa mengembalikan 50% biaya pernikahan. Setelah menikah, kamu harus memulai hidup baru. Jangan memulai hidup baru dengan utang.

Semoga bermanfaat.