Panduan Mencari Reksa Dana Saham dengan Imbal Hasil Menarik

Panduan Mencari Reksa Dana Saham dengan Imbal Hasil Menarik
Panduan Mencari Reksa Dana Saham dengan Imbal Hasil Menarik

Buat kamu yang sudah mulai memikirkan investasi, tentu sudah paham apa itu reksa dana dan jenisnya. Generasi muda yang memiliki spektrum investasi panjang biasanya memilih reksa dana saham sebagai portofolio investasi.

Untuk itu, dalam tulisan ini akan kita bahas cara memilih reksa dana saham dengan imbal hasil menarik. Menurut Infovesta, hingga 20 April 2017 imbal hasil reksadana saham (year to date) sebesar 2,22%.

Imbal hasil tersebut masih di bawah kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 5,6%. Diantara sekian banyak reksa dana saham, ternyata yang mampu memberikan imbal hasil di atas nilai IHSG tidaklah banyak, hanya ada 32 reksa dana saham.

Lalu, bagaimana cara memilihnya? Selama ini, ada anggapan bahwa reksa dana dengan dana kelolaan besar menjadi 'kurang lincah' sehingga imbal hasil lebih mini.

Hasil riset Infovesta dari Januari 2017-Maret 2017 pada 181 reksa dana saham dengan dana kelolaan di atas Rp10 miliar sesuai ketentuan OJK yang kemudian dibagi dalam kelompok Rp100 miliar, Rp100-500 miliar, Rp500 miliar- Rp1 triliun dan di atas Rp1 triliun menjawabnya.

Hasilnya, reksa dana saham dengan dana kelolaan di bawah Rp100 miliar ternyata memiliki imbal hasil rata-rata tertinggi sebesar 2,99% (ytd). Dari 57 reksa dana saham di kategori ini, ada 12 reksa dana berhasil mencatat imbal hasil di atas rata-rata.

Reksa dana saham yang memiliki imbal hasil terendah adalah reksa dana dengan kelolaan Rp100-500 miliar dengan imbal hasil rata-rata 0,77%. Dari sisi jumlah produk, reksa dana di ketegori ini juga merupakan yang terbanyak.

Ada 70 reksa dana saham yang masuk kategori ini. Namun, hanya ada delapan produk reksa dana yang berhasil mencatatkan kinerja di atas rata-rata. Reksa dana saham dengan dana kelolaan di atas Rp1 triliun rata-rata memberi imbal hasil 2,82% selama Q1 2017.

Sedangkan reksa dana saham dengan dana kelolaan diantara Rp500 miliar sampai Rp1 triliun mencatatkan imbal hasil 1,24%. Lalu, haruskah investor masuk reksa dana saham dengan dana kelolaan di bawah Rp100 miliar?

Jawabnya belum tentu. Sebab, data tersebut menyebutkan, rata-rata pertumbuhan reksa dana di kategori itu justru negatif 0,81%. Hal ini tidak terjadi pada dana kelolaan di atas Rp100 miliar.

Artinya, pada reksa dana saham dengan dana kelolaan kecil, investor sering melakukan ambil untung (profit taking). Apakah reksa dana itu cocok denganmu? Kembali lagi pada prinsip investasi yang kamu pegang.

Untung besar pasti diimbangi risiko volatilitas tinggi. Sudah siap ambil risiko itu?