Pertimbangkan Perjanjian Pranikah Ketika Hadapi Kondisi Ini

Perjanjian Pranikah
Perjanjian Pranikah

Pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan manusia. Keuangan mereka pun menjadi satu. Tak ada satu pun orang ingin pernikahannya kandas di tengah jalan. Sebab, akan ada banyak pemisahan rumit yang harus diurus karenanya.

Perjanjian pranikah sebenarnya bisa menjadi solusi. Tujuan perjanjian ini pun untuk melindungi mempelai pria maupun wanita bila terjadi kondisi yang tidak diinginkan itu. Meski demikian, ada kondisi tertentu yang bisa menjadi pertanda kamu harus membuat perjanjian itu.

Partner dan Founder Cannataro Park Avenue Financial Louis Cannataro menyebut, bila pernikahan terjadi di usia 23 tahun, perjanjian pranikah belum terlalu dibutuhkan. Namun, bila pernikahan terjadi di usia 30 tahun, perjanjian ini menjadi perlu.

Mengutip New York Times, Presiden American Academy of Matrimonial Lawyers Madeline Marzano-Lesnevich memberikan beberapa tanda bahwa kamu butuh perjanjian pranikah.

Pertama, kalian memiliki aset properti atau bisnis pribadi. Kedua, memiliki anak dari pernikahan sebelumnya. Ketiga, merencanakan cuti kerja dan membesarkan anak. Keempat, punya utang besar. Terakhir, punya dana pensiun besar.

Tantangan selanjutnya adalah membicarakan perihal perjanjian ini pada pasangan. Namun, kamu harus mulai membicarakannya sedini mungkin agar kamu bisa diskusi bersama.

"Jangan berusaha menyembunyikannya. Bila diskusi menjadi panas hanya karena uang, berhenti dulu hingga kondisi normal kembali. Jangan pernah diskusi ketika kepala panas," lanjut Psikolog dan Terapis Keuangan Brennan Malec.

Bila pasangan menolak, Malec menyarankan, bicarakan dengan lebih detail dan katakan ini untuk masa depan bersama dan calon anak. Ketika sudah sepakat, bicarakan dengan pengacara untuk langkah selanjutnya dan buka-bukaan soal kondisi keuangan masing-masing.