Punya Bisnis? Jangan Lupa untuk Cek Kesehatan Keuangan

Punya Bisnis? Jangan Lupa untuk Cek Kesehatan Keuangan
Punya Bisnis? Jangan Lupa untuk Cek Kesehatan Keuangan

Bagi kamu yang sudah memiliki usaha, seberapa sering kamu mengecek kesehatan keuangan bisnismu? Jika individu punya tantangan mengelola gaji, pemilik usaha mendapat tambahan tantangan mengelola keuangan usaha.

Karena itu, penting bagi pemilik bisnis melakukan pengecekan kondisi keuangan. Perencana Keuangan QM Finansial Yasmeen Danu punya panduannya.

Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha
Jika kamu masih mencampur keuangan pribadi dan usaha, segera pisahkan! Setidaknya buat rekening terpisah untuk keduanya. Memiliki rekening bisnis menunjukkan kamu serius menjalankan usaha, bukan sekadar hobi.

Jika nanti bisnis makin berkembang, rekening terpisah akan membantumu membuat badan usaha, mengurus pajak, membuat laporan keuangan dan lain-lain. Kamu juga harus disiplin melakukan hal ini meski skala bisnis masih kecil.

Hitung semua dana pribadi yang masuk bisnis sebagai modal dan dicatat penggunaannya secara rinci. Kamu juga harus membuat laporan keuangan sederhana secara rutin untuk memudahkan financial check up bisnis.

Jangan segan meminta bantuan profesional jika angka dan rumus bukan hal yang kamu kuasai dengan baik.

Realisasi dan Proyeksi
Dalam keuangan pribadi, kesehatan keuangan diketahui dengan cara membandingkan kondisi aktual dengan beberapa rasio keuangan. Pada bisnis, selain rasio keuangan, idealnya kondisi saat ini juga dibandingkan dengan proyeksi atau target.

Seperti besar pengeluaran dibanding penjualan. Kondisi aktual yang akurat akan membantumu menentukan target berikutnya. Berbeda dengan check up keuangan pribadi yang umumnya bersifat jangka pendek, financial check up pada bisnis untuk menentukan target jangka pendek, menengah, bahkan panjang.

Gaji dan Keuntungan
Sebagai pemilik bisnis, bagaimanakah kamu mendapat uang dari bisnis? Apakah kamu mendapat gaji tetap atau ambil sebagian dari keuntungan? Dalam praktiknya, pemilik bisnis kerap mendapat bagian paling akhir dari bisnisnya sendiri setelah biaya operasional, gaji karyawan dan lain-lain.

Jika bisnis sudah mampu memberi gaji tetap, artinya bisnismu sudah lebih mapan. Namun, pastikan pendapatan yang kamu peroleh dari bisnis mampu memenuhi kebutuhan keuangan pribadimu, termasuk kebutuhan menabung dan investasi.

Pada akhirnya, jika bisnis tidak mampu membantumu mencapai target atau tujuan finansial pribadi, mungkin sudah waktunya membuat perubahan besar. Bisa saja, bisnismu masih perlu banyak perbaikan.

Namun, perencanaan yang baik dan financial check up secara rutin akan membantu memastikan bahwa kamu bergerak ke arah yang benar, dalam keuangan bisnis dan keuangan pribadi.

MORE FROM MY SITE