Rem Pengeluaran Berlebih dengan Metode Kakeibo

Berani katakan tidak pada sifat boros
Berani katakan tidak pada sifat boros

Urusan mengerem pengeluaran bukan perkara mudah. Apalagi di era sekarang, begitu banyak promo dibagikan oleh merchant, baik secara offline maupun online.

Sistem pembayaran pun tak kalah gampang. Cuma dengan jari, kamu sudah bisa membeli barang dari aplikasi e-commerce. Keinginan membeli barang pun jadi meningkat dan akhirnya pengeluaran bulanan jadi membengkak tanpa disadari.

Usaha mengerem pengeluaran berlebih ini membutuhkan komitmen kuat. Sebab ya itu tadi, godaan dan tawaran bisa silih berganti datang untuk menggugah keinginan membeli barang.

Mereka yang gagal mempertahankan komitmen untuk berhemat biasanya luluh karena godaan tadi. Mereka membenarkan pola boros ini dengan alasan ingin menikmati penghasilan yang sudah didapatkan dan menikmati hidup.

Namun, benarkah dengan melakukan pengeluaran berlebih sudah memberikan kenyamanan dan kebahagiaan dalam hidup?

Bisa jadi jawabannya “tidak” saat kamu mengecek saldo di akhir bulan. Kamu tak mempunyai tabungan dan penyesalan pun muncul.

Bila kamu termasuk salah satu yang susah mengerem pengeluaran berlebih, kamu bisa mencoba metode berhemat Kakeibo ala Jepang. Metode berhemat ini menggabungkan seni hidup minimalis dan pengeluaran yang mindfulness.

Kakeibo diperkenalkan pertama kali oleh jurnalis perempuan pertama Jepang, Hani Matoko, pada 1904. Cukup jadul memang, tapi tetap patut dicoba.

Kakeibo tidak bertujuan untuk mengubah kebiasaan buruk secara drastis. Namun, Kakeibo mengajarkan melakukan perubahan secara bertahap dengan prinsip mindfulness.

Berikut ini cara-cara mengerem pengeluaran berlebih dengan metode Kakeibo yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tunda sehari membeli barang yang diincar

Saat kamu ingin membeli barang, sebaiknya kamu tunda dulu sehari, sekalipun barang itu benar-benar kamu butuhkan. Bila esoknya kamu masih memikirkan barang itu dan keuanganmu cukup, kamu bisa membelinya. Keputusan ini akan lebih memuaskan ketimbang kamu impulsif membeli saat itu juga.

Jangan biarkan dirimu tergoda dengan promo

Godaan abad milenium adalah promo barang dengan potongan harga fantastis. Godaan ini menggerakkan keinginan beli konsumen meski mereka tahu barang itu jarang atau tidak digunakan sama sekali.

Untuk menghalau godaan, kamu bisa menanyakan dalam hati, apakah kamu akan membeli barang ini bila harganya normal? Pertanyaan tadi bisa mengukur seberapa butuh barang itu untuk dibeli.

Sering-sering cek saldo bank

Di awal, mungkin mengecek saldo di rekening bank akan terasa menyeramkan. Sebab, kamu akan mendapati kenyataan kondisi keuanganmu. Namun, bila mengecek saldo sudah menjadi kebiasaan, hal ini bisa menjadi kontrol dalam mengeluarkan uang.

Kamu bisa memulai kebiasaan ini tiap sarapan pagi. Sambil menikmati makanan, kamu bisa fokus untuk merencanakan pengeluaran dalam sehari.

Belanja dengan uang tunai

Terdengar berseberangan dengan prinsip cashless society, tapi berbelanja dengan uang tunai memang lebih efektif mengerem pengeluaran. Saat berbelanja dengan uang tunai, kamu akan lebih hati-hati.

Ini berbeda bila kamu berbelanja menggunakan kartu debit/kredit maupun dompet digital. Kamu bisa saja tidak berpikir dua kali saat mengeluarkan uang.

Kamu bisa menarik uang dari ATM untuk seminggu dan hanya mengeluarkan uang sesuai yang sudah kamu tarik.

Bikin pengingat di dompet

Bikin pengingat dengan tulisan “BUTUH ENGGAK SIH AKU BELI BARANG INI?” di kertas seukuran KTP. Lalu, masukkan di tempat yang langsung terlihat saat kamu membuka dompet.

Saat hendak mengambil uang dari dompet, kamu akan melihat pengingat itu. Kertas pengingat tadi bisa membantumu untuk berpikir lebih jernih sebelum membeli barang.

Ubah kebiasaan yang bisa membuatmu mengeluarkan uang berlebih

Cari tahu kebiasaan-kebiasaan yang membuatmu mudah mengeluarkan uang. Ubah kebiasaan itu dengan menghindari trigger yang membuatmu boros.

Misalkan saja kamu mudah tergoda membeli barang saat melihat promo di aplikasi e-commerce, kamu bisa meng-uninstall aplikasi itu.

Enam cara tadi bisa menghindarkan kamu dari pengeluaran berlebihan. Ingat, prinsip Kakeibo ini adalah mengerem kebiasaan buruk berbelanja yang menawarkan kesenangan semu.

Dengan Kakeibo ini, kamu bisa lebih mindfulness dalam mengelola keuangan. Kamu juga bisa mengubah kebiasaan pengeluaran berlebih tadi dan menggantinya dengan kebiasaan menabung.

Agar makin mindfulness, kamu bisa gunakan tabungan wajib, seperti Tahapan Berjangka BCA. Selain bisa mengerem, kamu pun punya tabungan untuk masa depan.