Rumus Warren Buffet Kok Dipakai untuk Rumus Budgeting Bulanan?

Warren Buffet menemukan rumus untuk investasi tabungan pensiun. Namun beberapa orang justru menerapkannya untuk alokasi keuangan bulanan. Berhasil?
Warren Buffet menemukan rumus untuk investasi tabungan pensiun. Namun beberapa orang justru menerapkannya untuk alokasi keuangan bulanan. Berhasil?

Ada banyak rumus yang biasa dipakai untuk mengatur keuangan. Dua yang terpopuler adalah 50/30/20 dan 40/30/20/10. Namun pernahkah kamu mendengar soal rumus 90/10? Benarkah ini rumus asal-asalan? Kita bahas yuk.

Beragamnya rumus keuangan sebenarnya tidak terlepas karena berbedanya kondisi keuangan setiap orang. Rumus populer seperti 50/30/20 dan 40/30/20/10 tidak bisa diterapkan untuk semua kondisi. Terlebih pada mereka yang bergaji UMR.

Nah, itulah mengapa muncul rumus 90/10 ini. Hanya saja sejumlah kalangan menyebut rumus alokasi ini adalah rumus yang salah, bahkan cenderung asal-asalan.

Sebab rumus ini hanya terdiri dari 90% kebutuhan dan 10% keinginan. Padahal dalam mengatur keuangan itu kita harus memiliki pos tabungan atau investasi.

Lalu bagaimana ceritanya rumus budgeting 90/10 muncul dan dipakai sejumlah orang?

Gara-gara Warren Buffet

Ya, rumus atau strategi 90/10 ini ditemukan oleh Warren Buffet. Namun sebenarnya rumus ini ia gunakan untuk mendapatkan tabungan pensiun.

Uang yang dialokasikan pun bukan uang gaji, melainkan uang/modal untuk investasi.

Jadi penerapannya, 90% modal diinvestasikan ke instrumen saham atau berisiko tinggi, sedangkan 10% untuk instrumen berisiko rendah. Menurutnya, sistem ini bisa menghasilkan hasil yang lebih tinggi untuk keseluruhan portofolio dalam investasi jangka panjang.

Namun populernya strategi 90/10 ala Buffet ini ternyata diaplikasikan juga oleh beberapa orang untuk mengatur keuangan bulanan. Jika Buffet menggunakan rumus ini untuk mendapatkan tabungan pensiun, orang lain menggunakan rumus 90/10 untuk mendapatkan jatah investasi.

Nah, kita coba buktikan dengan simulasi ya.

Ambil contoh gaji kamu Rp4 juta. Lalu terapkan rumus alokasi 90/10.

Berarti jatah kebutuhan kamu 90%, yaitu Rp3,6 juta dan jatah keinginan kamu 10%, yakni Rp400 ribu.

Selanjutnya hitung total kebutuhan kamu seperti makan, bayar listrik, transportasi, pulsa/kuota, bayar kosan, dan lain-lain. Nah, apabila total kebutuhan kamu hanya mencapai Rp3 juta (75%), artinya kamu masih Rp600 ribu (15%).

Uang sisa tersebut bisa kamu jadikan untuk investasi deh. Di sinilah letak tricky-nya. Rupanya dengan membulatkan kebutuhan menjadi 90%, kamu jadi punya jatah investasi dari sisanya.

Namun, trik ini tentu saja hanya akan berhasil bila kamu bisa bertahan dengan jatah keinginan hanya 10%. Bila ingin membeli sesuatu yang sifatnya keinginan seperti cicilan HP, jalan-jalan, atau semacamnya, maka kamu harus mencari pendapatan sampingan untuk menambah jatah 10% kamu.

Bagaimana menurutmu? Mau coba terapkan rumus 90/10?

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.