Salah Kaprah Pemahaman Generasi Muda Soal Biaya Pensiun

Salah Kaprah Pemahaman Generasi Muda Soal Biaya Pensiun
Salah Kaprah Pemahaman Generasi Muda Soal Biaya Pensiun

Karena sifatnya yang masih jauh di masa depan, masih sedikit generasi muda yang benar-benar memikirkan perihal pensiun. Padahal, ini merupakan salah satu kesalahan dalam melakukan pengelolaan keuangan.

"Generasi ini menganggap masa pensiun masih begitu jauh sehingga mereka melupakan tabungan dan investasi untuk pensiun," ungkap perencana keuangan Suze Orman.

Alih-alih, mereka lebih fokus pada kebutuhan besar seperti cicilan kepemilikan rumah (KPR), mobil (KKB), dana pendidikan anak dan gaya hidup yang semuanya menyita sebagian besar pendapatan.

Dus, Aperion Care melakukan survei pada 2.000 generasi muda untuk mencari tahu tingkat pengetahuan mereka perihal pensiun, masa depan dan hari tua. Hasilnya, mereka terlalu menganggap remeh kebutuhan uang pensiun.

"Sebanyak 34% generasi muda menyangka mereka merasa cukup nyaman bila mempunyai tabungan US$200 ribu (sekitar Rp1,2 miliar) untuk pensiun. Nyatanya, sebenarnya mereka butuh lebih besar dari itu, mencapai US$1,8 juta," kata laporan tersebut seperti disarikan CNBC.

Lalu, berapa jumlah tabungan yang pas untuk pensiun nyaman dan aman? Hal yang pasti, tak ada angka yang pas. Hal ini tergantung gaya hidup, kebiasaan dan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi sampai setelah pensiun tiba.

Meski demikian, asosiasi perencana keuangan dan International Longevity Centre Inggris menyarankan untuk menyisihkan setidaknya 10% pendapatan bulanan untuk pensiun. Idealnya, besarnya adalah 20% pendapatan bulanan agar pensiun nyaman dan mulai sekarang juga.

Bila kamu bingung memulainya, coba untuk mengikuti langkah-langkah berikut.

Masuk ke dana pensiun

Bagi karyawan, perusahaan mungkin sudah memiliki program jaminan hari tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan. Bila masih merasa kurang, tambah di dana pensiun lembaga keuangan milik lembaga keuangan (DPLK).

Kontribusi Otomatis

Gunakan fasilitas autodebet agar kamu tak perlu repot untuk menyetor uang. Demikian, rekening akan otomatis dipotong. Selain dana pensiun, gunakan autodebet untuk dana darurat, investasi atau lainnya.

MORE FROM MY SITE