Satu dari Empat Milenial Memiliki Tunggakan Kartu Kredit

Kartu Kredit Milenial
Kartu Kredit Milenial

Sebuah studi terbaru yang dikemukakan CreditCards.com menyebutkan bahwa satu dari empat generasi milenial (atau sekitar 23%) memiliki utang kartu kredit selama satu tahun terakhir. Satu dari 10 milenial yang berumur antara 23-38 juga pernah memiliki tunggakan kartu kredit dalam lima tahun terakhir.

Survei ini juga membagi milenial ke dalam dua golongan, yakni milenial muda dan dewasa. Golongan milenial yang lebih muda (23-29 tahun) dan yang lebih dewasa (30-38 tahun) paling banyak memiliki utang kartu kredit dalam waktu 1-2 tahun terakhir. Responden dalam survei ini sebanyak 2.500 orang.

"Angka ini adalah sebuah permulaan yang buruk tetapi memang mencerminkan apa yang sedang terjadi," kata Analis CreditCards.com Ted Rossman seperti dikutip CNBC.

Bila menjadi responden atas survei tersebut, apakah kamu juga akan menjawab hal yang sama? Apakah kamu juga memiliki tagihan kartu kredit yang belum dilunasi sejak beberapa bulan lalu?

"Berhati-hatilah, karena bunga yang diberlakukan dalam kartu kredit adalah bunga majemuk (compound interest)," tambahnya. Bunga majemuk adalah jenis bunga yang akan terus bertambah selama kamu tidak membayar lunas semua tagihannya.

Bagi milenial, sebut survei ini, tidak ada hari tanpa membayar dengan kartu kredit. Empat dari 10 milenial mengaku membayar semua pengeluarannya termasuk belanja kebutuhan sehari-hari di supermarket menggunakan kartu kredit. Parahnya, ada 20% responden yang mengaku membayar kebutuhan darurat seperti tagihan rumah sakit atau biaya perawatan mobil dengan kartu kredit.

"Ketidakmampuan untuk mengatur keuangan yang mendasar akan menjadi masalah yang lebih luas di kemudian hari," sebut dia.

Kartu kredit, tambahnya, seharusnya tidak digunakan untuk membayar hal-hal yang sifatnya darurat seperti sakit atau memperbaiki mobil. Kamu seharusnya menggunakan dana darurat untuk pengeluaran tersebut. Kebutuhan sehari-hari dan rutin, seharusnya juga tidak dibiayai menggunakan kartu kredit.

Jadi, apa yang seharusnya kamu lakukan?

"Membangun batas yang jelas antara pengeluaran yang rutin dilakukan setiap bulan dengan pengeluaran yang memang bisa dibiayai dengan kartu kredit," tambah Rossman.

Salah satunya adalah membangun dana darurat. Bagi kamu yang belum menikah misalnya, kamu bisa menyiapkan dana darurat minimal tiga bulan dari jumlah pengeluaran rutin bulanan. Agar lebih tenang, kamu bisa menambahkan jumlah dana darurat tersebut menjadi enam bulan pengeluaran rutin.

"Bila uangnya sudah terkumpul, pisahkan uang tersebut dengan uang operasional yang kamu gunakan sehari-hari. Dengan begitu, uang tersebut tidak akan mudah disentuh. Anggap kamu langsung melupakan keberadaan uang tersebut," saran Co Founder AE Wealth Management David Bach.