Sebelum Ambil KPR, Ketahui Empat Komponen Dasarnya

Biaya KPR
Biaya KPR

Membeli rumah, terutama dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah keputusan besar. Lama pembiayaan bisa mencapai 15-20 tahun. Karena sifat yang panjang, bank pun meminta jaminan berupa uang muka (down payment/DP).

Sebelum mengambil KPR, kamu pun harus struktur dasar KPR seperti dikutip Investopedia.

Biaya Pokok

Ini merupakan biaya inti KPR dan merupakan jumlah pokok atas pembelian tanah dan bangunan. Pembayaran di tahun pertama setelah pengajuan KPR diterima bank adalah untuk bunga. Setelah lunas, bank baru mengurangi pokok utang.

Bunga

Ini adalah imbal hasil yang diterima bank karena telah mengambil risiko dan memberi pinjaman padamu. Besar bunga tergantung pokok utang, besar DP dan panjang waktu pembiayaan. Makin kecil DP, makin panjang waktu pembiayaan, bunga makin besar.

Pajak

Rumah adalah objek wajib pajak. Jadi, ada pajak tahunan yang besarnya tergantung luas tanah dan bangunan serta lokasi rumah. Di Indonesia, rumah bisa dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB), Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Balik Nama (BBN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Asuransi

Ada dua jenis asuransi yang biasanya menyertai proses KPR, asuransi properti dan asuransi kredit. Asuransi properti melindungi dari segala risiko kerusakan rumah seperti kebakaran, banjir, gempa bumi, pencurian dan sebagainya.

Asuransi kredit melindungi peminjam (perbankan) bila terjadi gagal bayar. Bila suatu saat nasabah mengalami gagal bayar, maka asuransi akan membayar klaim pada perbankan.