Sebelum Membeli Rumah, Pertimbangkan Satu Hal Ini

beli atau sewa rumah
beli atau sewa rumah

Dalam hal keuangan, generasi muda sering dianggap sebagai generasi boros dan tidak berpikir panjang. Mereka lebih suka belanja pengalaman (experience) ketimbang barang. Bahkan, membeli rumah kerap menjadi prioritas kedua bahkan ketiga di hidup mereka.

Guru keuangan Ramit Sethi pun sepakat dengan hal tersebut. Baginya, rumah bukanlah investasi yang paling menguntungkan. Terutama, ketika kamu membeli rumah pertama. Sebab, membeli rumah bukan hal kecil dan sederhana.

Sebelumnya, kamu harus punya pertimbangan banyak. Kamu juga harus membayar sejumlah biaya atas pembelian rumah atau apartemen. "Banyak orang tak mempertimbangkan faktor pajak atau biaya pemeliharaan sehingga tanpa sadar malah menghilangkan nilai uang itu sendiri," kata Ramit dikutip CNBC.

Karena itu, penulis buku laris I Will Teach You to Be Rich itu justru menyarankan untuk investasi di pasar keuangan seperti saham. "Faktanya, saham sering menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding real-estate," tambahnya menjawab.

Namun, bila kamu tetap ingin investasi rumah. Dia memintamu untuk menghitung nilainya. Kunjungi akuntan atau ahli keuangan untuk membandingkannya dengan jelas. Lebih murah menyewa atau membeli rumah di daerah tersebut?

Bila membeli rumah menjadi penting dan efisien untukmu, bandingkan dengan investasi di pasar saham. Dalam beberapa tahun terakhir misalnya, imbal hasil investasi di saham Indonesia menyentuh angka 20%.

Meski begitu, tahun ini, karena kondisi perekonomian global buruk, investasi saham diprediksi memberi imbal hasil minimalis. Sementara, membeli rumah membuatmu harus membayar uang muka (DP) yang jumlahnya kerap tidak sedikit.

Di sini, kamu harus melakukan perbandingan. Apa yang terjadi bila kamu investasi di saham atau membeli rumah. Imbal hasil saham selalu berfluktuasi tiap tahun, namun di jangka panjang lebih menarik dibanding real-estate.

Apalagi, bila kamu tidak memiliki kesulitan dan keberatan berpindah rumah karena harus menyewa.

"Setelah melakukan perhitungan dan pertimbangan, mungkin kamu akan menemukan alasan yang lebih masuk akal. Misalnya, investasi yang baik untuk anak dan cucu. Apa pun pilihanmu, hal terpenting adalah membuat perhitungan yang jelas dan masuk akal," tambahnya.

Sebelum memutuskan membeli rumah, Ramit juga menyarankan untuk berpikir. Tak hanya untuk saat ini, juga 20 tahun mendatang. Sebab, membeli rumah adalah salah satu keputusan terbesar dan terpenting dalam hidup.