Sebelum Pinjam Dana ke Tekfin, Perhatikan Ini

Mempertimbangkan P2P
Mempertimbangkan P2P

Perusahaan teknologi berbasis finansial (tekfin) jenis peer to peer landing (P2P) memang sedang menjadi sorotan. Hal ini lantaran banyak kasus orang terjerat utang karena kurang memahami syarat dan kondisi dari peminjaman yang mereka lakukan.

Mereka terlanjur merasa butuh dana, kemudian mengajukan pinjaman pada tekfin P2P tersebut. Bila kamu punya rencana mengambil pinjaman, ada baiknya perhatikan hal-hal berikut agar kamu tetap aman dan tidak terjebak utang seperti dikutip Economictimes.

Ingat Nominal Utang

Sebagai peminjam, lebih baik awali dengan nominal kecil. "Kalau ingin meminjam melalui P2P, mulai dengan nominal kecil dan jangka pengembalian tak lebih dari enam bulan," kata pendiri & CEO Faircent Rajat Gandhi.

Selain itu, ingat betul-betul nominal yang kamu pinjam beserta besar cicilan bulanan yang harus kamu bayar bila memang memilih mengembalikan dengan mencicil.

Perhatikan Izin OJK

Saat ini, pengawasan pinjaman online ada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga Oktober 2018, OJK mencatat ada 73 P2P yang punya izin resmi. Ketika akan melakukan pinjaman, KTP dan data diri standar akan menjadi syaratnya.

Setelah itu, dalam dua atau tiga hari kerja uang bisa cair, bahkan bisa lebih cepat. Proses cepat dan mudah ini menjadi daya tarik utang online dibanding ke bank. Untuk meningkatkan keamanan, pastikan memang diawasi OJK.

Beban Bunga

Kemudahan proses pengajuan pinjaman harus kamu bayar dengan tingginya bunga. Sebelum meminjam, teliti dan bandingkan dengan cermat tiap tekfin yang ada. Jangan lupa, bayar sebelum tanggal jatuh tempo untuk menghindari penagihan langsung.

"Bila membayar lewat tanggal jatuh tempo, status BI Checking kamu juga akan menjadi buruk. Dampaknya, kamu bisa mendapat bunga lebih tinggi untuk menkompensasi risiko, pada pinjaman-pinjaman di masa depan" tambah perencana keuangan Justin Pritchard dikutip The Balance.