Serba-serbi Investasi Obligasi

Serba-serbi obligasi
Serba-serbi obligasi

Salah satu tips sukses berinvestasi di pasar keuangan adalah mengenali karakter dan risiko diri sendiri. Bila kamu memiliki profil risiko moderat dengan tujuan investasi jangka menengah misalnya, maka instrumen terbaik adalah obligasi.

Perencana keuangan Agustar Radjali menyebut obligasi adalah bukti pinjam uang oleh suatu lembaga kepada pihak lain yang dapat diperjualbelikan. Obligasi dapat dikeluarkan oleh berbagai lembaga maupun negara seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan sukuk ritel, Bank Indonesia (BI) yang mengeluarkan Surat Bank Indonesia (SBI). Lembaga keuangan seperti bank atau perusahaan juga bisa mengeluarkan obligasi korporasi.

"Manfaat membeli obligasi adalah mendapatkan bunga yang selisih harga beli dan jual (capital gain). Kamu juga akan mendapatkan hak klaim pertama bila perusahaan mengalami pailit dan konversi dari obligasi menjadi saham untuk convertible bonds," kata Agustar beberapa waktu lalu.

Risiko yang dihadapi investor dari obligasi adalah gagal bayar (default), kenaikan suku bunga, hilangnya dana pokok investasi serta pencairan yang terlalu cepat (early redemption).

"Kemampuan bayar suatu penerbit obligasi juga dapat diketahui dari peringkatnya. Misalnya kalau mendapat peringkat AAA itu predikatnya sangat istimewa atau superior," sebut dia.

Tahun ini, pemerintah Indonesia rajin mengeluarkan obligasi ritel. Pernah mendengar mengenai Obligasi Republik Indonesia (ORI) atau Surat Berharga Negara Ritel (Saving bonds ritel), bukan? ORI terbaru yang dikeluarkan pemerintah adalah ORI015 dengan bunga minimum 8,25%. Minimal pembelian ORI seri tersebut adalah Rp5 juta dan maksimal pembeliannya Rp3 miliar.

"Pemerintah juga mengeluarkan SBR004 yang investasinya mulai Rp1 juta. Karakteristiknya adalah dijamin negara dengan kupon mengambang minimal 8,15%. Ada juga fasilitas early redemption," tambah dia.

Apa artinya kupon mengambang?

Kupon mengambang adalah kupon yang dibuat dengan parameter utama suku bunga acuan BI atau BI7Day Repo Rate. Artinya, bila suku bunga acuan naik, suku bunga tersebut bisa naik. Namun, bila turun, negara menetapkan kupon bunganya sebesar 8,15%.

"Karakter obligasi adalah harganya akan turun bila suku bunga naik dan sebaliknya. Harganya akan naik bila suku bunga diproyeksikan turun," pungkasnya.