Sudah Paham Arti Pinjaman dengan Sistem Jaminan?

Pinjaman Kolateral
Pinjaman Kolateral

Dalam mengembangkan bisnis, kadang kamu akan sadar butuh dana tambahan. Salah satu cara mendapatkannya tentu dengan mengajukan pinjaman pada bank. Dalam proses ini, bank biasanya akan meminta jaminan (kolateral).

Melalui pemberian jaminan pula, kadang kamu bisa mendapatkan pinjaman yang lebih besar. Lalu, apa sebenarnya jaminan ini?

"Semacam asuransi bagi bank untuk memastikan bahwa dia tidak akan kehilangan uangnya," kata Perencana Keuangan Justin Pritchard dikutip The Balance. Biasanya, jaminan ini bisa berupa aset perusahaan atau pribadi.

Jadi, begitu terlihat tanda-tanda bahwa peminjam dana tidak mampu mengembalikan pinjamannya, maka bank bisa mencairkan aset tersebut untuk melunasi pinjaman tersebut.

Dalam hal ini, bank tentu lebih ingin dana yang dipinjamkan bisa kembali. Selama utang belum lunas, peminjam dana tidak boleh menyewakan aset yang menjadi jaminan tersebut. "Fungsi jaminan murni sebagai proteksi," tambahnya.

Lalu, apa saja yang bisa menjadi jaminan? Justin menyebutkan, aset yang bisa dijual dan menjadi uang tunai adalah contoh paling mudah. Namun, jaminan ini juga bisa berupa mobil, properti, rekening kas perusahaan, mesin dan peralatan bisnis, investasi seperti saham, polis asuransi, barang berharga dan bernilai serta invoice pembayaran konsumen.

Perlu kamu ketahui pula, bila status skor BI Checking yang kamu miliki buruk, bank bisa meminta jaminan lebih. Bila kamu ragu mengajukan pinjaman dengan jaminan, masih ada beberapa alternatif lain yang bisa kamu lakukan untuk mendapat modal tambahan.

Misalnya, pinjaman yang tidak aman dan sifatnya pribadi seperti kartu kredit atau pinjaman online dari lembaga seperti peer to peer landing dengan bunga yang menarik.